Pengiriman Dua CTKI Ilegal Digagalkan

Pengiriman Dua CTKI Gelap Digagalkan
DIGAGALKAN: Inilah CTKI gelap yang akan dikirim ke Malaysia lewat Batam, tapi berhasil digagalkan petugas. (IST FOR RADAR LOMBOK)

PRAYA-Anggota Intelkom Komando Distrik Militer (Kodim) 1620/WB Lombok Tengah kembali menggagalkan pengiriman calon tenaga kerja Indonesia (CTKI) di Bandara Internasional Lombok (BIL), Jumat kemarin (22/5).

Dandim 1620/WB Lombok Tengah, Letkol Inf Is Abul Rasi menerangkan, penggagalan pengiriman CTKI itu merupakan kerjasama dengan BP3Tki dan Avsec BIL. “Berkat kesigapan anggota bersama petugas bandara dan BP3TKI, berhasil menggagalkan dua orang CTKI asal Lombok Timur yang diduga akan bekerja di Malaysia,” ungkap Rasi, kemari.

Dijelaskan, sebenranya terduga TKI itu berjumlah tiga orang. Namun setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata satu orang tersebut diduga sebagai tekong secara nonprosedural yang akan menggunakan pesawat Batik Air ID 6957 T pukul 14.15 Wita Lombok-Jakarta-Batam. Dan dua orang itu adalah TKI.

Rasi menambahkan, tiga orang penumpang yang diduga sebagai TKI non prosedural ditangkap oleh tim pengamananan bandara saat masuk di ruang lobi terminal BIL yang dibawa oleh salah seorang porter atas nama Basit. Sementara tekongnya atas nama Muhammad menunggu di luar bandara (dropzone).

Ketika diinterogasi, awal di ruang BP3TKI, 2 CTKI tersebut menerangkan bahwa saudara Muhammad masih berada di luar. Setelah menerima keterangan dari dua orang tersebut, tim pengamanan langsung bergegas mencari Muhammad yang berada di dropzone penumpang BIL dan langsung dibawa ke ruang BP3TKI.

Setelah dilakukan pemeriksaan cukup lama, akhirnya Muhammad mengakui bahwa dirinya memberangkatkan dua CTKI tersebut dengan biaya total seluruhnya sampai di Malaysa lewat Batam sebesar Rp 4,5 juta per orang. Selanjutnya dua TKI tersebut saat sampai di Batam akan diterima oleh Solikhin asal Lombok Timur untuk kemudian masuk ke Malaysia. “Intinya Muhammad hanya mengantarkan dua orang TKI ini sampai di bandara, selanjutnya dia di Batam sudah ada yang menunggu atas nama Solikhin, yang akan memberangkatkannya ke Malaysia,” tuturnya.

Dari jumlah Rp 4,5 juta tersebut itu digunakan untuk pembuatan paspor Rp 1.200.000 per orang, tiket Lombok sampai Batam Rp 1.100.000 pe rorang, selanjutnya sisanya Rp 1.200.000 untuk biaya masuk ke Malaysia yang akan diserahkan ke Solikhin.

Adapun nama nama TKI  tersebut yakni Alimudin alamat Dusun Tumpuk Pandan Wangi Kecamatan Jerowaru,  Herman, Lungkak,  Desa Ketapang Raya Kecamatan Keruak. Selanjutnya Muhammad, Kampung Rau Desa Pijot Kecamatan Keruak. “Pada intinya BB yang berhasil diamankan di antaranya, paspor 48 milik Alimudin dan Herman, tiket dan boarding pas Alimudin dan Herman Lop-CGK dan CGK-Batam. Satu buah KTP milik Muhammad, Alimudin dan Herman,” terangnya. (cr-ap)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid