Pengikisan Belum Tuntas, Jalur Pusuk Disarankan Ditutup Lagi

KUALITAS: Pihak kontraktor diminta tetap memperhatikan kualitas pengerjaan Jalan Pusuk karena rentan longsor.(HERY MAHARDIKA/RADAR LOMBOK)

TANJUNG–Pengikisan tebing Jalan Pusuk Lintas Kabupaten Lombok Utara (KLU)-Lombok Barat (Lobar) belum tuntas. Namun arus lalu lintas sudah dibuka kembali di jalur ini per 13 Oktober lalu, sejak ditutup 12 September. Tanah juga tampak masih menutupi jalan dan belum dibersihkan seutuhnya. Itu sangat berbahaya bagi pengendara. Belum lagi dengan keberadaan alat berat di sejumlah titik, sangat rentan menimbulkan kemacetan.

Terkait kondisi ini, Anggota DPRD NTB Dapil KLU-Lobar Sudirsah Sujanto menyarankan untuk ditutup saja lagi. Silakan arus lalu lintas dialihkan ke Senggigi. Hal ini demi kenyamanan dan percepatan pengerjaan. “Untuk sementara lebih baik dialihkan saja dulu arus kendaraan,” ucapnya, Jumat (15/10).

Apalagi, pengerjaan jalan ditarget baru bisa tuntas akhir Oktober 2021. Sehingga disarankan agar arus kendaraan dialihkan saja, sampai menunggu konstruksi benar-benar selesai.

Diungkapkan, untuk pembangunan Jalan Pusuk Pemerintah Provinsi NTB menggelontorkan anggaran Rp 37 miliar. Lebar jalan nantinya 12 meter, sehingga perlu pengikisan tebing.

Dengan anggaran besar tersebut, pihak kontraktor diminta tetap memperhatikan kualitas pengerjaan, karena rawan risiko longsor. “Dengan anggaran fantastis tersebut tentu harus memperhatikan kualitas pengerjaan, karena anggaran Rp 37 miliar itu sudah tercantum dalam perda percepatan jalan tahun 2020-2022,” ungkap Anggota Komisi IV DPRD NTB Sudirsah Sujanto kepada Radar Lombok, Jumat (15/10).

BACA JUGA :  Warga Tanjung Kembalikan Rastra Kuning Berkutu

Ketua DPC Gerindra KLU ini menegaskan, pejabat pembuat komitmen (PPK) dan konsultan pengawas harus rajin mengontrol tahap pengerjaan. “Bila perlu stand by di lokasi agar bisa memelototi mengingat jalur itu rawan risiko bencana longsor. Kita tidak ingin setelah tahap pengerjaan tuntas justru terjadi longsor,” tegasnya.

Diungkapkan, anggaran yang digunakan membangun Jalan Pusuk ini adalah dana pinjaman daerah, sehingga diharapkan kualitas jalan benar-benar bagus agar bisa menunjang lalu lintas ekonomi masyarakat dalam jangka panjang.

Sementara itu Kepala Dinas PUPR NTB, Ridwan Syah mengatakan, progres pengikisan tebing Jalan Pusuk sudah mencapai 70 persen. Pihakanya meminta agar bisa diselesaikan November ini.

Adapun pelebaran jalan yang masuk Paket IV Rembiga-Pemenang ini anggarannya Rp 34,902 miliar sepanjang 2,43 KM. Anggarannya dari dana pinjaman PEN Rp 14,57 miliar dan Rp 20,332 miliar lewat APBD. Proyek dikerjakan kontraktor PT Putra Seruyan dengan kontrak long segment.

BACA JUGA :  Banyak Jalur Tikus, KLU Layak Punya BNNK

Di mana ada 5 segmen penanganan dalam proyek ini, di antaranya perbaikan letter S Pusuk Permai, pelapisan ulang aspal, dengan pelebaran badan jalan sekitar 2 KM mulai dari Pusuk Pass ke arah Pemenang. Kemudian, perbaikan tikungan tajam setelah pelebaran badan Jalan Pusuk.

Waktu pengerjaan proyek untuk paket IV ini sesuai dengan kontrak kerja dimulai pada Desember 2020 lalu direncanakan rampung keseluruhan pada Mei 2022. “Untuk pekerjaan galiannya (pengikisan tebing) di Jalan Raya Pusuk sudah sampai 70 persen. Aspalannya juga sudah mulai berjalan. Insyallah selesai November jalan yang di Pusuk saja,” sambungnya.

Dalam percapatan pekerjaan proyek tersebut, kata Ridwan, pihaknya telah mengerahkan tambahan alat berat sebanyak 16 unit untuk mengejar target. Terlebih dalam proses pekerjaan jalan raya Pusuk sudah tidak ada permasalahan, baik soal lahan maupun lainnya. (flo/sal)