Pengguna Pertamax Mulai Migrasi ke Pertalite

MIGRASI : Antrean panjang kendaraan bermotor yang mengisi BBM jenis Pertalite di SPBU Pagesangan, Kota Mataram, Selasa (5/4). (RATNA / RADAR LOMBOK)

MATARAM – Pertamina melakukan penyesuaian harga pada bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax. Kini SPBU di NTB menjual BBM Pertamax Rp 12.500 ribu per liter, naik sebesar Rp 3.500 dari awalnya hanya Rp 9 ribu perliter. Imbas kenaikan yang tinggi tersebut, konsumen mulai beralih menggunakan Pertalite yang harganya jauh lebih murah.

“Jauh berkurang konsumen Pertamax sekarang ini. Mungkin masyarakat sudah tahu Pertamax naik jadi banyak yang pindah ke Pertalite,” ungkap pegawai SPBU Karang Jangkong Jalan Pejanggik, Ketut Derta kepada Radar Lombok, Selasa (5/4).

Dijelaskan Ketut, migrasinya konsumen Pertamax ke pengguna Pertalite terjadi secara bertahap, pada hari pertama kenaikan harga pertamax. Konsumen BBM jenis Pertamax ini masih normal seperti hari biasanya. Kemudian mulai turun pada hari kedua dan ketiga. Hingga pada hari kelima penurunan konsumen Pertamax mencapai 50 persen.

“Mungkin masyarakat yang beli Pertamax sudah berkurang setengahnya atau bahkan lebih. Karena kalau dilihat sudah sedikit sekali sekarang yang beli Pertamax,” terangnya.

BACA JUGA :  Program Pengungkapan Sukarela (PPS), Pilihan Tepat, Banyak Manfaat, Jangan Terlambat

Disisi lain, beralihnya sejumlah konsumen Pertamax ke pengguna Pertalite, malah membuat pasokan BBM yang masuk ke SPBU menjadi terbatas. Pertalite misalnya, awalnya 32 ton sekarang dibatasi menjadi 16 hingga 8 ton yang masuk ke SPBU. Begitu juga dengan Pertamax, dipasok hanya sekitar 8 ton perhari.

“Selain naik harga Pertamax, stoknya juga berkurang. Kita tidak bisa klaim sehari dapat jatah berapa. Cuma sekali datang 16 ton kemudian berkurang jadi 8 ton,” sebutnya.

Dikhawatirkan dampak kenaikan harga pertamax yang dibarengi dengan stok yang makin berkurang, maka harga Pertalite bakal menyusul naik. Mengingat jumlah pengguna Pertalite yang makin meningkat namun stoknya yang memadai.

“Takutnya malah Pertalite lagi yang naik, soalnya stok Pertamax dan Solar juga berkurang. Padahal masyarakat yang beli banyak,” ujarnya.

Hal yang sama disampaikan petugas SPBU di Pagesangan, Agus Muliadi. Sejak kenaikan harga Pertamax per 1 April kemarin, pengguna BBM jenis Pertamax makin berkurang dan banyak beralih menggunakan BBM jenis Pertalite.

BACA JUGA :  Petani Tembakau Diimbau Tanam Jagung

“Rata-rata di semua SPBU pengguna Pertamax turun dan beralih ke Pertalite. Karena perbedaan harganya jauh sekali, ya pasti beralih lah ke Pertalite,” sebutnya.

Dijelaskan Agus, banyak masyarakat yang beralih ke BBM jenis Pertalite, lantaran harganya jauh lebih terjangkau. Terlebih selisih harga pertalite dan Pertamax mencapai Rp 4.850 ribu per liter. Untuk itu Pertalite menjadi salah satu pilihan masyarakat, karena harganya masih Rp 7.650 ribu per liter. Hanya saja untuk saat ini pengiriman Pertalite diakui lebih sedikit dibanding sebelumnya. Entah karena pengguna Pertalite yang meningkat, namun yang pasti kapasitas Pertalite yang datang saat ini lebih cepat habis.

“Selain naik, stok minyak juga berkurang, dibatasi dari pusat hanya 8 ton perhari,” sebutnya. (cr-rat)