Pengerukan Labuhan Haji Lombok Timur Segera Dimulai

Izin Keruk Dipastikan Telah Diurus

Pengerukan Labuhan Haji Segera Dimulai
KOLAM LABUH: Proyek pengerukan kolam labuh Pelabuhan Labuhan Haji, akan segera dikerjakan tahun ini. (M. GAZALI/RADAR LOMBOK)

SELONG—Proyek pengerukan kolam labuh Pelabuhan Labuhan Haji yang kembali dianggarkan di APBD 2018 ini, sampai sekarang belum juga ada kepastian kapan akan mulai dikerjakan. Namun Pemkab Lotim tetap akan mengupayakan pengerjaan pengerukan kolam labuh itu bisa tuntas tahun ini.

Diketahui,  anggaran untuk pengerukan yang dialokasikan Pemkab Lotim nilainya sekitar Rp 40 miliar. Anggaran tahun ini jauh lebih besar jika dibandingkan dengan anggaran tahun sebelumnya yang telah gagal dikerjakan.

“Untuk Labuhan Haji ini, kita tetap konsiten melakukan pengganggaran di tahun 2018 ini,” ungkap Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Lotim, Achmad Dewanto Hadi, Rabu kemarin (14/3).

Dijelaskan, berbagai persoalan yang menjadi kendala gagalnya pengerjaan pada tahun sebelumnya sebut dia, telah mulai diselesaikan. Salah satunya adalah terkait dengan perencanaan yang harus di review. Dan itu pun telah dilakukan, dan prosesnya masih berjalan di ULP.

“Makanya kita mengupayakan supaya lelang fisik pengerjaan bisa dilakukan lebih awal. Sehingga ketika akan berakhir Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) sampai 2018 ini, pengerjaan fisik Pelabuhan Labuhan Haji juga akan selesai,” jelas dia.

Tidak hanya itu, berbagai masalah lainnya yang menjadi ketentuan untuk dilakukan pengerukan juga  telah mulai diurus, yaitu berkaitan dengan Surat Izin Kerja Keruk (SIKK). Termasuk juga mengurus sejumlah perizinan lainnya yang menjadi syarat untuk bisa dilakukan pengerukan.

Yang jelas, segala hal yang menjadi kendala tahun sebelumnya. Semuanya harus diselsaikan, sehingga pengerukan kolam labuh itu nantinya tidak bermasalah ditengah jalan. “Berbagai pengalaman tahun sebelumnya itu sekarang yang kita perbaiki,” sebut dia.

Selain pengerukan kolam labuh, proyek lainnya yang dikerjakan yaitu pembangunan objek wisata bahari, yang pengerjaannya tentu tidak selsai di satu tahun anggaran saja, melainkan dilakukan secara bertahap.

“Tahun sebelumnya kita telah anggarkan untuk pembebasan lahan, yang  sebagiannya untuk fisik. Dan tahun ini pembangunan objek wisata bahari itu kembali kita lanjutkan. Perencanaannya sendiri sudah dibuat pada tahun 2017 lalu,”  jelas Dewanto.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Lotim, H. Daeng Paelori mengatakan, bahwa siapapun yang akan memimpin Lotim di waktu mendatang. Jika ada program  bagus yang telah dilakukan oleh pemerintah sebelumnya, tentu harus dilanjutkan. Jangan sampai mengutamakan ego, apalagi balas dendam.

“Siapapun yang menjadi pemimpin. Terlepas dari visi dan misinya sama atau tidak dengan pemerintah sebelumnya, maka mereka harus legowo. Kalau memang programnya bagus ya harus dilanjutkan,” tegasnya.

Salah satu yang menjadi perhatiannya yaitu proyek pengerukan Pelabuhan Labuhan Haji dan pembangunan objek wisata bahari di Labuhan Haji. Dimana kalau melihat kedua proyek ini, pihaknya merasa pesimis akan bisa berjalan mulus ketika nantinya Lotim sudah berganti pimpinan. (lie)