Pengerjaan Jembatan Ambruk Tunggu Hasil BPK

Jembatan Ambruk
JEMBATAN AMBRUK: Tampak jembatan Pancor – Sekarteja ambruk, ketika sedang dilakukan pekerjaan pengecoran, yang akhirnya menewaskan sejumlah pekerjanya. (DOK/RADAR LOMBOK)

SELONG—Proyek jembatan ambruk Pancor- Sekarteja sampai saat ini masih belum ada kejelasan kelanjutan pengerjaanya. Meski penanganan kasus dugaan korupsi pengerjaan tahap pertama telah dihentikan pihak Satreskrim Polres setempat.

Namun pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lotim sendiri memastikan kalau kelanjutan pengerjaan jembatan ini masih harus menunggu  hasil pemeriksaan dari Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK). Dimana saat ini proses pemeriksaaan yang dilakukan BPK masih berlangsung.

Kelanjutan pengerjaan jembatan ini, akan dilakukan oleh kontraktor yang sama. Anggaran pengerjaannya juga tetap akan menggunakan sisa anggaran sebelumnya. Hal ini disebabkan karena sisa kontrak pengerjaan masih belum habis, setelah terjadinya tragedi naas yang menawaskan sejumlah pekerjanya, ketika jembatan itu sedang dilakukan pengecoran.

“Masih sedang dilakukan pemeriksaan oleh BPK. Kita masih tunggu hasilnya. Mudahan ada rekomendasinya nanti,” kata Kabid Bina Marga Dinas PUPR Lotim, Dedi Irawan, melalui pesan singkat SMS, Minggu kemarin (7/5).

Jika hasil pemeriksaan dari BPK sendiri telah turun, lanjut Irawan, pihaknya akan langsung menyampaikan ke pimpinan, dalam hal ini Bupati Lotim, Ali BD. Terlebih Bupati sendiri katanya, sebelumnya telah meminta agar pengerjaan jembatan ini supaya segera dituntaskan. “Kalau sudah ada rekomendasi, kita akan langsung sampaikan ke pimpinan,” terang dia.

Sementara terkait penghentian kasus dugaan korupsi tahap pertama, yang ditangani oleh pihak kepolisian. Diakuinya kalau rekomendasi dari pihak kepolisian telah mereka terima. Dimana PUPR Lotim dipersilahkan untuk melanjutkan pengerjaan jembatannya. “Kalau dari Polres sudah ada rekomendasi. Sekarang kita tinggal menunggu hasil dari BPK,” tegasnya.

Yang jelas, untuk pengerjaan berikutnya, mereka tidak ingin ada masalah lagi seperti sebelumnya. Dari itu, sebelum dilakukan pengerjaan, mereka akan melakukan kajian sehingga pelaksanaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. “Kita harus hati-hati, supaya semuanya aman,” tutup Irawan.

Sebelumnya, Kapolres Lotim melalui Kasat Reskim Polres Lotim, AKP Antonius Faebuadodo mengatakan, penyelidikan kasus dugaan korupsi pengerjaan tahap pertama untuk pancang tiang jembatan ambruk itu dihentikan setelah menerima hasil uji laboratorium dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.

Hasil dari ITS ini, untuk pengerjaan proyek jembatan tidak ditemukan adanya penyimpangan. Semuanya telah dikerjakan sesuai dengan spesifikasi yang tertera dalam perjanjian kontrak.

“Kita sudah keluarkan surat pemberhentian penyelidikan. Ini kita lakukan setelah dilakukan ekspose. Karena dari hasil ITS, tidak ditemukan adanya penyimpangan,” kata Antonius, belum lama ini.

Dengan ini, pihaknya pun mempersilahkan Pemkab Lotim untuk melanjutkan kembali pengerjaan jembatan tersebut. Karena saat ini proses hukum jembatan itu telah selesai dilakukan. “Kalau kelanjutan pengerjaan itu kita serahkan ke Pemkab Lotim,” singkat Antonius. (lie)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid