Pengerjaan Dua Ruas Jalan Kabupaten Disorot

HEARING: LSM JATI NTB saat hearing di kantor Dinas PUPR Lombok Tengah terkait kerusakan jalan Tanak Awu-Pengembur dan Kateng-jangkih Jawe, Kamis (1/12). (M Haeruddin/Radar Lombok )

PRAYA – Massa yang tergabung dalam Lembaga Swadaya Masyarakat Jaringan Advokasi dan Tindak Pidana Korupsi (LSM JATI) NTB mendatangi kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lombok Tengah.

Kedatangan mereka untuk menindaklanjuti hasil investigasi mereka terkait adanya pekerjaan ruas jalan penghubung Desa Tanak Awu-Pengembur Kecamatan Pujut dan Desa Kateng-Jangkih Jawe Kecamatan Praya Barat.
Mereka menilai, proyek pekerjaan jalan senilai Rp 15.836.999.000 yang dikerjakan PT Rangga Eka Pratama tidak sesuai dengan spesifikasi. Karenanya, mereka meminta agar pihak terkait bertanggung jawab atas pekerjaan tersebut.

Karena belum PHO, maka mereka juga meminta agar dinas terkait tidak mencairkan terlebih dahulu anggaran sebelum pekerjaan itu diperbaiki 100 persen.
Ketua LSM JATI NTB, Sadam Husen menyatakan, kedatangan mereka tidak lain untuk meminta pertanggungjawaban Kepala Dinas PUPR Lombok Tengah sebagai penanggung jawab atas pekerjaan tersebut. Pasalnya, dari investigasi yang mereka lakukan ditemukan kualitas pekerjaan pada proyek jalan tersebut sangat buruk. “Setelah kami pantau di lapangan, kami temukan indikasi banyaknya kekurangan kualitas aspal yang mana belum satu tahun, jalan tersebut sudah rusak. Seperti di ruas jalan Desa Kateng dan Desa Pengembur. Mengingat dana yang dikeluarkan cukup fantastis nilainya maka pihak terkait harus bertanggung jawab,” ujar Sadam Husen saat hearing.

Baca Juga :  Diduga Gunakan Suket Palsu, Balon Kades Dipolisikan


Dengan kondisi pekerjaan yang tidak maksimal, pihaknya juga mempertanyakan tanggung jawab kontraktor yang mengerjakan ruas jalan kabupaten tersebut seperti apa. Jika berbagai tuntutan mereka tidak diindahkan untuk diperbaiki, maka mereka mengancam akan melaporkan permasalahan tersebut ke aparat penegak hukum (APH). “Jika apa yang menjadi tuntutan kami tidak ditanggapi dengan serius oleh pihak terkait, kami akan laporkan kepada Kapolri dan Kejaksaan Agung. Kami juga meminta kepada Dinas PUPR Lombok Tengah agar memberikan hasil uji laboratorium sebagai bahan pertimbangan kami,” desaknya.


Kabid Bina Marga Dinas PUPR Lombok Tengah, Zulkarnaen Masadri menanggapi, bahwa kondisi ruas jalan penghubung Desa Tanak Awu-Pengembur Kecamatan Pujut dan Desa Kateng-Jangkih Jawe Kecamatan Praya Barat, sudah sesuai dengan spesifikasi. Namun banyaknya kendaraan berat yang melintasi jalan tersebut, ditambah dengan kondisi aspal yang belum kering sehingga berpengaruh terhadap kondisi aspal yang sedang dikerjakan. “Dalam aturan yang berlaku, apabila jalan yang sedang dikerjakan kondisinya terlebih dahulu harus steril untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Kami juga sudah meminta kepada Balai Jalan yang sedang mengerjakan proyek dalam pengangkutan material jangan sampai over kapasitas karena dapat merusak kondisi aspal,” terangnya.

Baca Juga :  Fantastis, Lotim Tuntaskan 100 Ribu Dosis Vaksin dalam Tiga Hari


Perwakilan PT Rangga Eka Pratama, Ahmad Suherman pada kesempatan itu menjelaskan, jika sebelumnya mereka sudah melalui tahapan dan sesuai dengan prosedur yang berlaku terhadap kualitas apsal, LPA dan lainnya serta sudah melalui uji laboratorium. “Berdasarkan hasil pemantauan kami di lapangan, kerusakan tersebut akibat dari kondisi aspal belum kering namun sudah dilalui oleh kendaraan,” timpalnya. (met)

Komentar Anda