Pengendara Motor Tewas Tergilas Truk

Pengendara Motor Tewas Tergilas Truk
LAKALANTAS: Petugas Satlantas Polres Lombok Tengah tampak melakukan olah tempat kejadian perkara, ketika terjadi Lakalantas yang menewaskan seorang pengemudi sepeda motor, Selasa kemarin (1/10).( IST FOR RADAR LOMBOK)

PRAYA—Nasib naas dialami oleh Muhram, 33 tahun, warga Desa Dasan Baru Senyiur, Kecamatan Keruak, Kabupaten Lombok Timur. Nyawanya tidak bisa terselamatkan, setelah tergilas oleh mobil truk, di jalan umum depan kuburan Mantang, Desa Mantang, Kecamatan Batukliang, Selasa (1/10), sekitar pukul 13.30 Wita.

Dari informasi yang diterima Radar Lombok, kejadian itu bermula saat kendaraan sepeda motor Yamaha RX King Nopol DR 4656 KC, yang dikendarai oleh korban Muhran, datang dari arah barat menuju ke timur. Sampai di depan kuburan Mantang, korban berniat mendahului kendaraan Truck Tangki Nopol B 9173 SFV yang ada di depannya. Hanya saja, dari arah berlawanan ada kendaraan jenis Toyota Kijang, sehingga korban di serempet oleh kendaraan Toyota Kijang tidak di kenal yang saat itu datang dari arah timur menuju ke barat itu.

Korban pun terjatuh ke arah utara jalan, dan tergilas oleh kendaraan Truck Tangki. Akibat kejadian kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) tersebut, korban meninggal di lokasi kejadian, dan kemudian dilarikan ke Puskesmas Mantang untuk dilakukan pemeriksaan.

Kasat Lantas Polres Lombok Tengah, AKP Marhully Rachmat Azwar, ketika dikonfirmsi membenarkan kejadian Lakalantas yang kembali menelan korban ini. Diakuinya, setelah mendapatkan informasi kejadian itu, petugas langsung turun melakukan olah tempat kejadian perkara, dan mengamankan berbagai barang bukti yang ada di lokasi kejadian.

“Petugas kami sudah langsung ke lokasi. Dimana karena korban mengalami luka yang parah, dan mengeluarkan banyak darah setelah tergilas truk, akhirnya meninggal di tempat. Kita langsung melakukan evakuasi terhadap korban,” ungkap Rachmat.

Pihaknya menjelaskan sampai saat ini masih mendalami kasus tersebut, apakah ada unsur kelalaian dan lainnya. Hanya saja, pihaknya mengingatkan kepada masyarakat untuk tetap berhati-hati ketika berkendara. “Semoga ini menjadi pembelajaran agar kasus serupa tidak terulang kembali. Para pengendara kita harapkan tetap berhati-hati membawa kendaraanya,” pesannya.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat, terutama pengendara roda dua dan roda empat, agar berhati- hati dalam berkendara. Pastikan alat pengamanan sudah berfungsi dengan baik, karena memang Lakalantas yang sering terjadi, tidak jarang disebabkan karena para pengendara tidak tertib.

“Memang faktor Lakalantas yang sering terjadi karena pengemudi mengantuk dan lain sebagainya. Maka dari itu, kita mengimbau kalau masih ngantuk agar jangan memaksakan diri untuk mengendarai kendaraan. Karena selain berbahaya untuk diri sendiri, juga bagi keselamatan orang lain,” pungkasnya. (met)