Pengelola Resto Ekas Adventure Dipolisikan

BERMASALAH : Resto Apung Ekas Adventure di Ekas Kecamatan Jerowaru yang kini bermasalah melibatkan pemilik dan pengelola. (Ist/Radar Lombok)

SELONG – Pengelola Resto Apung Ekas Adventure, YE, dilaporkan ke Polres Lombok Timur terkait dugaan penipuan. Laporan tersebut dilayangkan oleh investor bernama Siti Aishah selaku pemilik dan pemodal utama Resto Ekas Adventure.  Siti merasa dipersulit oleh oleh YE ketika akan mengambil alih  pengelolaan wisata apung tersebut.” Sampai saat ini saya kesulitan melakukan aktivitas di Ekas Adventure. Di sekitar lokasi itu, ada oknum warga merupakan orangnya YE yang terus berusaha mencegah saya untuk mengelola sendiri punya saya ini,” terangnya.

Ia menceritakan terkait  awal mula dibangunnya Resto Ekas Adventure hingga kerjasama pengelolaannya. Bermula dari adanya kesepakatan kerjasama antara Alimin dan YE. Ketika itu Siti dipertemukan oleh salah seorang warga dengan  YE.  Dalam pertemuan tersebut YE memintanya untuk membuat resto apung di ruang laut seluas 71 hektar. Dan ruang laut tersebut diklaim sebagai  miliknya.” Setelah saya telusuri ternyata ruang laut itu bukan milik dia. Melainkan miliknya Pak Alimin yang merupakan pemilik resto apung yang lama,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Pembudidaya Lobster Dapat Bantuan Keramba Jaring Apung

Setelah resto dibangun, lanjutnya, YE  berupaya ingin menguasai penuh resto tersebut. Siti meminta apa yang menjadi haknya dikembalikan, namun tak kunjung diberikan.” Dalam perjanjian awal, saya mengoperasikan resto apung dengan  ketentuan bagi sama – sama 50 persen dengan YE.  Soalnya kan rumah apung yang saya bangun ini dijadikan tempat masak resto itu,” imbuh Siti.

BACA JUGA :  Sekolah Swasta Tagih Janji Insentif

Kini setelah pengelolaan resto apung kembali dipersoalkan, YE kini justru menghilang.

Kapolres Lotim AKBP Herman Suriyono member sinyal Siti bisa mengelola resto setelah mengkaji laporan dan bukti- bukti yang ada. “

Kalau memang riil seperti itu, pemilik dan investor resto Ekas Adventure (Siti Aishah red)  boleh  saja mengelolanya meskipun telah dilaporkan. Soalnya itu kan haknyan,” ungkap Herman.

Sementara itu YE tak bisa dihubungi hingga saat ini.(lie)