Penganiaya Pegawai PT AP Dipolisikan

Ilustrasi Penganiayaan

PRAYA-Kasus dugaan penganiayaan di ruang rapat rinjani airport operation and teadiness departemen areal Bandara Internasinal Lombok (BIL) dilaporkan ke aparat kepolisian Polres Lombok Tengah, Senin lalu.

Korban yang merupakan pegawai lingkungan bandara itu insial, MH 25 tahun warga Kecamatan Labuapi, Lombok Barat (Lobar) secara resmi melaporkan salah satu porter lepas insial insial LB 35 tahun. Sesuai dengan no laporan 298/VII/2017/NTB/Res Loteng.

Berdasarkan informasi yang diserap koran ini, penganiyaan terjadi pada hari Senin lalu. Saat itu, pelaku pelaku menelpon korban untuk menanyakan kartu pas dirinya. Namun, pelaku di jawab oleh korban, kalau kartu pas lagi dalam proses.

Setelah itu,  korban juga menanyakan masalah setoran iuran wajib porter. Sehingga, tiba tiba pelaku emosi kemudian mencacimaki korban lewat via telpon.  Namun untuk lebih jelasnya, korban meminta pelaku untuk datang menemui korban di kantornya untuk dijelaskan permasalahanya.

Tidak lama, pelaku bersama dengan teman-temanya datang ke kantor rinjani agung untuk membicarakan masalah kartu pas itu. Hanya saja, setelah tiba disana, pelaku emosi dan langsung melakukan penganianyaan kepada korban dengan cara memukul dengan menggunakan tangan kanan posisi mengepal yang menganai ujung telinga kanan, bagian wajah sebelah kanan dan pelaku menendang dengan menggunakan kaki kanan yang menganai bagian leher korban sebelah kanan juga menganai lengan tangan kiri dan kanan.  Akibatnya, tersebut korban merasakan nyeri pada bagian leher.

Kepala Subsektor LIA Loteng, IPTU Sulyadi saat dikonfirmasi membenarkan kejadian penganiayiaan itu.  Kasusnya sudah ditangani oleh Polres Loteng sekarang.  Sedangkan untuk korban maupun pelaku masih tetap bekerja seperti biasa sembari menunggu proses. “Saya harapkan terdap semua masyarakat menyelesaikan segala persoalan dengan musyawarah,” jelasnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Loteng, AKP Rafles meneyatakan, pihaknya menerima laporan itu sekitar pukul 16.00 wita. Sekarang laporang sedang dilakukan penyelidikan serta meminta keterangan dari sejumlah saksi-saksi. (jay/lpg)