Pengalaman Putra Sastra, Jatuh Bangun Geluti Bisnis Online

Bangkit Setelah Bangkrut, Omzet Tembus Ratusan Juta Sebulan

Jatuh Bangun Geluti Bisnis Online
PUTRA SASTRA: Pebisnis online Putra Sastra dalam sebuah momen. (ISTIMEWA/RADAR LOMBOK)

Perkembangan bisnis online terus merangkak naik saban tahun, tak terkecuali di NTB. Tapi, bisnis ini bukan sembarang bisnis, melainkan harus dilakoni orang yang memang ahlinya. Itulah pekerjaan Putra Sastra selama tiga tahun belakangan ini. Dia jatuh bangun menggeluti bisnis dunia maya itu.


SUDIRMAN-MATARAM


KECANGGIHAN alat teknologi seakan memaksa tangan manusia untuk menyentuhnya. Perkembangan teknologi pun tak ubahnya seperti sihir sakti dengan kekuatan mantranya. Terus berbisik dan menggoda manusia agar mau bersahabat dengannya.

Lambat laun, manusia dihimpit kesibukan, bahkan super sibuk. Sehingga konsumsinya ingin instan alias serba cepat. Tak terkecuali jual beli, manusia ingin dimanjakan dalam sektor yang satu ini. Mereka juga terkadang ogah-ogahan menawar langsung dengan membuang energy. Mereka cukup menawar lewat dalam kamar tidur, atau bahkan kamar mandi.

Peluang inilah yang dimanfaatkan seorang anak muda bernama Putrs Sastra. Pemuda 25 tahun asal jalan Cenderawasih Kelurahan Cakranegara Barat Kecamatan Cakranegara Kota Mataram, ini sudah tiga menggeluti bisnis itu. Hasilnya pun tampak memuaskan, karena omzet per bulannya sudah menembus angka rata-rata seratus juta lebih.

Namun, di balik kesuksesan pemuda berkaca mata ini tak semudah membalikan telapak tangan. Ia harus pontang panting, peras keringat dan banting tulang. Ia juga harus memeras otaknya untuk bisa mendulang kesuksesan seperti yang dirasakannya sekarang ini.

Ceritanya bisnis online pemuda bertubuh kurus tinggi ini, berawal dari perkenalannya dengan seorang temannya. Ia yang sebelumnya pengangguran kemudian tertarik belajar dunia online. Pelajaran itu kemudian ditekuni secara terus menerus secara otodidak.

Singkat cerita, Putra rasanya mampu menguasai bisnis secara online. Ia pun mulai menjalin hubungan secara online dengan partner asal negara Vietnam. Ia bisnis aplikasi android telepon. Sebagai Appilot Marketing, Putra kemudian menjajakan bisnis itu secara nasional di seluruh Indonesia.

Lewat sentuhan jarinya itu, bisnis pun berjalan. Omzetnya pun lumayan, tembus sampai angka puluhan juta. Karena kewalahan bekerja sendiri, Putra pun merekrut pekerja hingga 11 orang. Setelah beberapa tahun berjalan, ternyata bisnis itu punya batu sandungan.

Partner Putra asal Vietnam pun suatu ketika menganggap bisnis yang dilakoninya masuk kualitas rendah (low quality). Partnernya tak membayar pekerjaanya selama beberapa bulan. Di satu sisi ia harus menggaji belasan pekerjanya, sehingga ia harus merugi Rp 200 juta lebih.

Angka itu tak main-main bagi seorang pembisnis pemula sepertu Putra. Terlebih, kondisinya diperburuk lagi dengan musibah keluarga yang dialaminya. Sehingga membuat bisnisnya semakin kacau. Bahkan hancur seketika setelah sekian lama membangun. ‘’Waktu saya bangkrut total sampai Rp 200 juta lebih. Ditambah lagi dengan musibah keluarga, sehingga saya betul-betul hancur waktu itu,’’ tuturnya.

Lambat laut, Putra tak ma uterus larut dalam kegagalannya. Semangatnya dipecut kembali agar bisa bangkit lagi. Sedikit demi sedikit, ia mengumpulkan semangat bisnisnya yang sudah terserak terhempas kegagalan tadi. Ia mulai meniti membangun kembali kepercayaan diri yang sempat memudar. ‘’Karena waktu itu modal saya betul-betul terkuras. Nggak ada sama sekali, tapi saya nggak mau lemah,’’ tambahnya ketika di temui Radar Lombok, pekan lalu.

Setelah pontang panting mencari modal, ia pun mendapatkan uang Rp 450 ribu. Dengan modal itu, ia kembali menjalin partner dengan usaha asal negara Malaysia. Usaha alat kecantikan wanita itu lambat laut mengembalikan semangatnya. Setelah tiga bulan share via online, hasilnya mulau tampak terlihat. ‘’Sekitar bulan Januari 2017, saya sudah bisa bayar utang saya yang Rp 200 juta lebih itu. Saya mulai bisnis ini lagi sejak November 2016,’’ kenangnya.

Sejak itu, bisnis yang digeluti Putra nyaris tak memiliki kendala. Perkembangannya selama tahun 2017 betul-betul membuat luka bisnisnya sembuh total. Di sampung bisa membayar utang, modalnya juga sudah kembali. Bahkan, omzet rata-ratanya sebulan mencapai Rp 100 juta lebih. Ia juga kembali merekrut tiga orang karyawan sekarang ini. ‘’Makanya dalam waktu dekat ini, saya mau ke Malaysia untuk menindaklanjuti kelangsungan bisnis saya ini,’’ paparnya.

Putra menambahkan, yang ingin ditekannya dalam masalah binsis ialah bahwa orang harus percaya diri. Harus mampu bangkit dan gita, sehingga bisa sukses. ‘’Terutama juga saya mau menekankan kepada anak muda agar terus semangat untuk berbisnis,’’ pesan pemuda kelahiran 29 November 1993 ini. (**)