Pengalaman Berharga bagi Laskar Undru

Pengalaman Berharga bagi Laskar Undru
BEREBUT BOLA: Dua pemain PSSB NTB mencoba merebut bola dari kaki pemain belakang Persela Lamongan dalam laga persahabatan Minggu kemarin (2/4). Hujan lebat menyebabkan lapangan tergenang sehingga menyulitkan pemain. PSSB NTB kalah 0-4 dari Persela Lamongan. (Zainal Abdi/Radar Lombok)

MATARAM–Persatuan Sepak Bola Sumbawa Barat (PSSB) NTB mendapat pengalaman berharga untuk menghadapi kompetisi Liga 2 yang mulai bergulir 19 April mendatang.

Kala menghadapi klub Liga 1, Persela Lamongan, anak-anak PSSB NTB mendapat pengalaman menghadapi klub satu tingkat di atasnya. Bermain di hadapan pendukungnya sendiri di laga persahabatan yang dihelat di GOR 17 Desember, Turida Minggu kemarin (2/4), PSSB NTB yang didominasi pemain-pemain muda asal berbagai daerah di NTB harus mengakui keunggulan Persela Lamongan 0-4.

Pertandingan persehabatan itu diwarnai hujan deras yang mengguyur sepanjang pertandingan.

Sejak kick of dimulai, pemain harus berjibaku akibat lapangan yang tergenang air. Umpan-umpan pendek yang coba diperagakan anak-anak PSSB NTB tidak berjalan. Bola sulit bergulir.

[postingan number=5 tag=”olahraga”]

Sebaliknya, pemain Persela Lamongan memanfaatkan kondisi ini dengan langsung menekan di menit-menit awal.  Umpan terobosan di lini pertahanan anak-anak Laskar Undru,  dimanfaatkan  penyerang asing Persela Lamongan Ivan Carlos dengan melepaskan tembakan ke pojok gawang. Kiper PSSB NTB  Guntur Pranata, tidak mampu menghalau tembakan itu. Gol tercipta di menit ke-2.

PSSB NTB yang dimotori oleh Saddam Husen mencoba mengimbangi permainan anak-anak Persela Lamongan. Namun serangan-serangan yang dibangun dari lapangan tengah selalu kandas di kaki Eka Ramdani dan kawan-kawan. Anak-anak PSSB NTB lalu memanfaatkan serangan dari sayap. Serangan ini cukup efektif. Terbukti, beberapa kali serangan merepotkan pertahanan Persela Lamongan yang dikawal  Marcio Rozario pemain asal Brazil ini. Namun tidak ada membahayakan gawang yang dijaga Khoirul Huda.

Justru anak-anak Persela Lamongan yang berhasil menambah gol. Sebuah kemelut di mulut gawang PSSB NTB membuahkan tembakan sudut bagi Persela Lamongan. Tendakan Eka Ramdani, langsung disambut  pemaian belakang Persela Lamongan Syamsul Arifin. Gol kedua tercipta di menit ke-40. Hingga pluit  babak pertama usai, tuan rumah tidak mampu mengejar ketertinggalan dengan skor 2-0.

Memasuki paruh kedua,keadaan lapangan yang kurang bersahabat rupanya membuat kedua tim kesulian dalam membangun serangan. Aliran bola sering terhenti akibat genangan air di lapangan.

Persela Lamongan yang turun dengan pemain inti tidak mengendorkan serangan. Serangan terus dibangun dari kaki Kozuke Yamazaki Uchida  di lapangan tengah. Di menit ke -47, wasit memberikan hadiah penalti bagi Persela Lamongan setelah pemainnya dijatuhkan  di kotak penalti.  Syamsul Arif  dipercaya selaku  eksekutor akhirnya berhasil menambah gol. Skor 3-0.

PSSB NTB yang tertekan, melakukan beberapa kali pergantian pemain. Pergantian ini belum efektif membahayakan gawang Persela Lamongan. Sebuah pelanggaran berhadiah tendangan bebas bagi Persela Lamongan.  Tendangan dari luar kotak penalti ini membuahkan gol. 4-0 untuk Persela Lamongan.

Pelatih PS Sumbawa Barat, Hendro Susilo, mengatakan secara skor dirinya mengaku tidak puas tapi secara tim dirinya bangga dengan permainan yang diperagakan anak asuhnya.

’’ Kalau secara skor memang saya belum puas, namun secara permainan saya bangga kepada tim PSSB NTB,’’ terangnya.

Strategi yang coba diterapkan terhambat dengan kondisi lapangan yang tergenang air. Hal ini menyulitkan pemainnya. ‘’ Yang menyebabkan saya tidak puas karena hujan,’’ ujarnya.

Sementara itu pelatih Persela Lamongan  Herry Kiswanto mengatakan, meskipun cuaca kurang baik, namun permainan berjalan cukup bagus.’’ Dengan kondisi hujan ini, kita tidak memaki pola tapi pakai tenaga dan kebetulan kita yang dulu nyetak gol,’’ terangnya. (cr-adi)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid