Pengakuan Ustad Cabul di Hadapan Bu Camat

Khilaf karena Sering Nonton BF Waktu SMA

ustad-cabul
CERITA: Guru ngaji Muhammad Aminullah ketika menceritakan perilaku bejatnya yang telah mencabuli dan memperkosa gadis belia yang masih berusia 5 tahun di hadapan Camat Selong Baiq Farida Apriani di Polres Lotim, kemarin. (M GAZALI/RADAR LOMBOK)

Camat Selong Baiq Farida Astuti menyisihkan waktunya menyambangi Muhammad Aminullah di penjara Mapolres Lombok Timur, Minggu (3/3). Di hadapan Bu Camat, Aminullah mengaku khilaf telah berbuat nista mencabuli murid ngaji yang masih berusia lima tahun.


M GAZALI-SELONG


MARAKNYA kasus pelecehan seksual terhadap anak bawah umur membuat hati Camat Selong, Baiq Farida Apriani terenyuh. Sebagai pimpinan kepala administratif wilayah, Farida tak ingin tinggal diam. Ia berusaha mencari tahu penyebab terjadinya kasus tersebut. Terutama kasus pelecehan seksual yang terjadi Jumat (22/2) pekan lalu di wilayahnya.

Seorang guru ngaji di sebuah musala di wilayahnya bernama Muhammad Aminullah telah tega berbuat bejat itu. Farida pun berusaha mencari tahu dengan menanyakan langsung perkara itu ke Aminullah. Farida menemuinya di penjara Mapolres Lombok Timur, Minggu (3/3), tempat Aminullah ditahan.

BACA JUGA: Bocah 3 Tahun Tewas Tenggelam

Setibanya di Mapolres Lombok Timur, Farida langsung menuju lantai dua Unit PPA Satreskrim. Aminullah pun langsung dikeluarkan dari ruang tahanan dan menceritakan kronologis aksi bajat yang dilakukannya itu. ‘’Hanya dua kali saya berbuat seperti itu korban,‘’ sesal Aminullah di hadapan Bu Camat.

Namun, penyesalan selalu datang belakangan. Penyesalan itu tak lagi berguna, karena Aminullah harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Pria asal Dusun Enjak-Enjak Kecamatan Sakra itu mengaku, dulunya adalah seorang santri di Pancor. Saat duduk di bangku SMA, Aminullah mengaku sering menonton bokep alias porno (blue film/BF). Aksi artis cantik dan aktor ganteng dalam adegan film senonoh itu selalu membayangi melekat di otaknya. Dengan dalih itulah, Aminullah tega melakukan perbuatan bejat itu kepada muridnya yang merupakan anak bawah umur usia lima tahun. ‘’Saya khilaf, pikiran tidak bisa terkendali. Di otak saya, itu saja. Karena terpengaruh suka nonton bokep saat masih SMA,’’ katanya menjawab pertanyaan Bu Camat.

Aksi bejatnya itu, tuturnya, dilakukan Jumat malam (22/2) pekan lalu. Pelaku dua kali berbuah senonoh kepada korban. Dari dua aksi bejatnya itu, pelaku pertama mencabuli korban. Perbuatan bejatnya itu bukan disadari, tapi semakin menjadi-jadi. Selang beberapa hari, nafsu bejat pelaku kembali membuncah. Pelaku kembali mengincar korban yang ketika itu sedang bermain-main di musala. ‘’Kalau yang kedua, korban saya rayu. Kemudian saya ajak korban masuk ruangan musala,’’ bebernya.

Perbuatan bejat yang kedua kali lebih parah dari sebelumnya. Aminullah tak hanya sekadar mencabuli korban, tapi memerkosanya. ‘’Tidak pernah saya paksa. Bahkan pas saya setubuhi, korban tidak pernah berontak,’’ kata Aminullah mengakui perbuatan bejatnya.

Atas perbuatannya itu, Aminullah mengaku menyesal. Terlebih, di desanya dia dianggap sebagai tokoh. Dia sering kali dipercaya menjadi khatib dan menyampaikan ceramah. ‘’Saya sangat menyesal. Tidak bisa saya bayangkan, bagaimana rusaknya nama baik saya di mata masyarakat desa saya. Ketika saya pulang, saya sering disuruh ceramah. Dengan kondisi sekarang ini, saya pasrah,’’ tandasnya.

Camat Selong Baiq Farida Apriani sangat menyangkan melihat maraknya kasus pelecehan seksual terhadap anak di Lotim. Terutama kasus yang terjadi di wilayahnya. Dia pun mengigatkan setiap orang tua, agar lebih menjaga anaknya-anaknya. Jangan sampai anak itu dibiarkan bebas bermain tanpa ada pengawasan. ‘’Kalau sudah seperti ini kita mau bilang apa. Kita berharap kejadian seperti jangan sampai terulang lagi,’’ harap Farida.

BACA JUGA: Niat Setrum Binatang, Bapak Jadi Korban

Terbongkarkanya kasus ini berawal dari pengakuan korban. Usai disetubui pelaku, sepulangnya korban sempat bercerita ke orang tuannya terhadap apa yang dilakukan pelaku terhadapnya. ‘’Ketika pulang, korban kasih tahu orang tuannya. Kok Pak Ustad melakukan itu sama saya,‘’ tutur Kanit PPA Satreskrim Polres Lotim, IPDA Dwi Putra Yasa mengutip keterangan keluarga korban.

Selanjutnya, orang tua korban langsung melaporkan kejadian ini ke Polsek Selong. Dari laporan itu, pihaknya melakukan penyelidikan. Mulai  dari memeriksa saksi, korban termasuk melakukan visum terhadap korban. Setelah mengantongi bukti yang kuat, petugas pun langsung meringkus pelaku. Pelaku juga mengakui apa yang telah dilakukan ke korban. ‘’Kalau korban sendiri sejauh ini belum sepenuhnya bisa kita dimintai keterangannya. Masih trauma, maklum masih anak kecil,‘’ tutupnya. (lie)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut