Pengakuan Siti Aisyah, Wanita yang Telah Dinyatakan Sesat Oleh MUI

OGAH TAUBAT : Siti Aisyah saat berada di Polda NTB Senin kemarin (30/1).Dia diamankan polisi terkait ajarannya yang dinilai menyimpang. (AZWAR ZAMHURI/RADAR LOMBOK)

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi NTB, dengan tegas menyatakan bahwa Siti Aisyah telah kafir atau keluar dari agama Islam. Paham keagamaannya sesat dan menyesatkan karena hanya mengakui Alquran dan mengingkari sunnah Rasul.

 


AZWAR ZAMHURI & HERUDIN – MATARAM


Siti Aisyah terlihat duduk santai di sebuah kursi dalam salah satu ruangan Polda NTB, Senin siang (30/1). Bibirnya tak henti-henti berbicara. Sementara di sampingnya, seorang anak muda  yang tidak lain  putra Aisyah.  Dia tengah diintrogasi  terkait dengan paham keagamaannya yang dianggap sesat dan menyesatkan, sehingga membuat resah masyarakat.

Meski tengah disorot kamera, Aisyah sama sekali tidak risih. Ia bahkan sesekali menunjukkan senyum dan tawa lirih. Padahal beberapa saat  sebelumnya, Aisyah diminta oleh MUI NTB untuk bertaubat. “Saya hanya menyampaikan berita dari Allah, tidak ada yang salah,” ujarnya yakin.

Meski dinyatakan sesat dan telah keluar dari Islam, tak ada sedikit pun tanda-tanda kesedihan di matanya. Bagi Aisyah, orang yang berseberangan dengannya yang  berada dalam pemahaman keliru. Alquran telah sempurna dan satu-satunya petunjuk bagi umat manusia.

BACA JUGA : Ajaran Rumah Mengenal Al-Qur’an Dinyatakan Sesat

Permintaan MUI agar dirinya bertaubat ditolak mentah-mentah. Semangat Aisyah memang begitu menggelora dalam menyebarkan paham ingkar sunnahnya. Putranya, yang berusia 20-an tahun selalu setia menemani dan mengimani apapun tingkah dirinya.

Dalam menyebarkan paham ingkar sunnah, Aisyah menggunakan teknologi informasi dengan sebaik-baiknya. Penelusuran Radar Lombok, terdapat satu fans page (FP) facebook atas nama Mengenal Al-Qur’an yang begitu massif mengkampanyekan pemahamannya sejak tahun 2013.

Selain fans page, Aisyah juga memiliki tiga website yang berbahasa Indonesia dan juga Inggris. Dalam setiap fans page dan website yang dikelolanya, Aisyah selalu dengan lantang menyuarakan hanya berpedoman pada Alquran. Sedangkan hadist baginya tidak bisa dipercaya, shalat seperti yang dilakukan umat Islam pada umumnya disalahkan.

Ulama dianggap pengkhianat Allah, ustadz dituding sering membohongi umat Islam. Berbagai tudingan-tudingan  lainnya, selalu menggunakan ayat-ayat suci Tuhan. “Di dalam Alquran semuanya jelas, ahli kitab yang menyembunyikan kebenaran,” ujarnya.

Pada awalnya, Aisyah sama dengan umat Islam pada umumnya. Namun dimulai dari tahun 2013, saat kegelisahan, Aisyah ingin sekali membaca Alquran, apalagi dirinya seorang muslimah.

Pengakuan Aisyah dalam fans page-nya, ia tidak pintar membaca Alquran yang menggunakan bahasa Arab. “Terus ketika saya baca terjemahan Alquran, sudah jelas bahasa Allah bahwa Islam tidak mempersulit hambanya. Kemudian ketika saya buka lagi Alquran, dengan jelas disebutkan bahwa Alquran diturunkan dengan bahasa yang mudah dimengerti,” ungkapnya.

Sejak itu, Aisyah terus menggali dan melakukan riset terhadap ayat-ayat Alquran. Keyakinannya semakin kuat, bahwa semua telah ada di dalam Alquran. Manusia tidak membutuhkan hadist.

Selain menyebarkan pemahamannya melalui teknologi informasi, Aisyah juga menyebarkan brosur atau selebaran. Pernah pada suatu ketika, tepat di hari pertama Islamic Center dijadikan lokasi shalat Jum'at, 16 Desember 2016 lalu, Aisyah menunggu ribuan jamaah pulang. "Pengumuman dari Allah, pengumuman dari Allah," ujarnya sembari menyebarkan selebaran.

Aisyah dalam menyebarkan paham sesatnya berani memasuki Islamic Center dan menyebarkan selebaran. Selebaran itu dimasukkan pada sebuah amplop dengan diberi tulisan pengumuman dari Allah.

Ternyata maksud dari pengumuman Allah itu berisikan ayat-ayat suci Alqur'an dalam bahasa Indonesia. Pembahasannya tentang Neraka dengan siksa dan penghuninya. Namun waktu itu tak ada yang menyadarinya. “Insya Allah bermanfaat, silahkan saja dibaca,” katanya dengan senyum ramah.

Selain melalui facebook, website dan selebaran, Aisyah juga berani  menyebarkan paham sesatnya melalui media koran. Awal tahun 2016 lalu, Aisyah pernah berkali-kali meminta agar artikelnya dimuat di Radar Lombok. “Saya hanya ingin memberikan pencerahan saja kepada masyarakat,” ujarnya meski tidak pernah diindahkan.

Kini, wanita asal Jawa Timur masih ditahan di Polda NTB untuk mempertanggung jawabkan paham sesatnya. Penyimpangan pemahaman Aisyah ini terkuak dari hasil investigasi Zakaria Muhamad Idris. Dia lalu mengunggah video hasil investigasinya itu. " Saya yang telah mengunggah video hasil pengecekan yang dilakukan terhadap usaha milik Ibu Siti Aisyah" tegasnya.

Dari hasil pengecekan yang ia lakukan bersama dengan rekannya, Zakaria menyebut kalau Aisyah menganut aliran ingkar sunnah karena tidak percaya kepada hadist-hadist nabi yang diriwayatkan oleh para ulama. Bahkan hadist-hadist itu dianggap hoax (palsu) olehnya." Alirannya lebih kepada aliran ingkar sunnah" tegasnya.

Awalnya, pihaknya hanya mau melakukan konfirmasi terkait tempat tersebut. Apakah tempat tersebut menjadi tempat kajian Alquran atau  tahfidz. Pasalnya, di depan tempat yang dinamai Rumah Mengenal Al-Qur'an (RMA) di Jalan Bung Karno terpampang berbagai baliho yang menyita perhatian masyarakat.   ”Namun  pas kami datang kemarin, ketuanya yang bernama Siti Aisyah tidak mau menjawab langsung dan kita diarahkan untuk membaca dan berpikir karena katanya waktu saya tersedia saat itu,” ucapnya.

Ketika ditanya terus menerus terkait perkumpulan tersebut malah Zakaria  dianggap terlalu banyak pertanyaan dan tidak mau berpikir. Atas jawaban tersebut Zakaria  kembali bertanya terkait berosur yang beredar tentang hadist riwayat Bukhori Muslim  yang dikatakan hoax. ”Dia malah jawab memang kalau  benar hadist riwayat Bukhori Muslim  tersebut hoax karena  perkataan nabi yang asli katanya ada di surat Muhammad dan yang lainya hanya hoax,”tambahnya.

Mendengar jawaban tersebut  Zakaria  lalu  mempertanyakan terkait bagaimana tata cara shalat jika hadist riwayat Bukhori dikatakan hoax. Padahal dalam Alquran sendiri hanya dijelaskan sebatas perintah salat saja dan tidak dijelaskan tata cara  salat tersebut. ”Tapi dia tetap tidak mau menjawab dan mengatakan bawa dia tidak mau berdebat karena nanti dia akan menangis lantaran saya dikira sudah menyerannya,”tambahnya.

Selain itu banyak hal- hal aneh yang dirasakan saat berada di tempat tersebut. Di kaca ruko dua lantai  tersebut terdapat tulisan yang jika terus diperhatikan maka serasa orang tersebut seperti  dihipnotis. Keanehan lain  Aisyah tidak memakai bahasa Arab dalam Alquran, namun mereka hanya memakai teks saja.  ''Ketika baru datang sambutanya Salamun Alaikum bukan Assalamu’alaikum. Mereka juga tidak percaya hadist karna dianggap pemecah belah umat. Kita curiga bahwa ini adalah aliran inkar sunnah,”tutupnya. (*)