Penertiban Pelabuhan Tikus di Lombok Utara tanpa Hasil

Penertiban Pelabuhan Tikus di Lombok Utara tanpa Hasil
SULIT DIBERANGUS: Kekurangan sarpras di Pelabuhan Teluk Nara ini menjadi salah satu penyebab masih maraknya pelabuhan tikus di wilayah Lombok Utara. (DOK/RADAR LOMBOK)

TANJUNG – Rencana penertiban pelabuhan tikus di Lombok Utara, ternyata hanya isapan jempol.

Bahkan, penertiban yang sudah dilakukan Dinas Perhubungan Kelautan dan Perikanan (Dishublutkan) bersama lintas sektoral tak membuahkan hasil. Hal ini diakui Sekretaris Dishublutkan Lombok Utara Samsul Rizal, pelabuhan tikus yang melayani penyeberangan ke objek wisata tiga gili masih terus terjadi. “Banyak jalur tikus yang masih aktif yang melayani penyeberangan ke tiga gili. Kami sebenarnya sudah maksimal melakukan pengamanan,” akunya kepada Radar Lombok, Minggu kemarin (24/9).

Pelayanan menuju tiga gili juga tidak hanya melalui pelabuhan tikus yang ada di Lombok Utara. Bahkan, termasuk juga pelabuhan tikus yang ada di daerah lain. Sehingga pihaknya sulit mendeteksi apakah ada unsur kriminalitas atau perbuatan lainnya. Pihaknya berharap agar pelayanan ke tiga gili harus masuk ke pelabuhan Bangsal atau Teluk Nara dulu, baru menyebrang ke tiga gili. “Sudah dibicarakan dengan pihak Pelabuhan Bangsal untuk membahas konsep penataan tersebut dalam waktu dekat ini,” tandasnya.

Tahun depan, sudah ada pelabuhan baru akan dibangun. Pembangunan dermaga ini akan bersumber dari pemerintah pusat yang disesuaikan dengan pembenahan telah diusulkan tersebut. Setelah penertiban diharapkan para wisatawan bisa menyeberang melalui Pelabuhan Teluk Nara milik pemerintah.  

Kepala Kepala Dishublutkan Lombok Utara Agus Tisno sebelumnya mengakui adanya kesulitan tersebut. Pihaknya sendiri telah melakukan berbagai pendekatan terhadap pemilik dan pengusaha fast boat pun sudah dilakukan. Kendati demikian, lantaran minimnya fasilitas yang ada di pelabuhan Teluk Nara maka mereka terkesan ogah-ogahan. “Sebenarnya mereka mau, tetapi ya itu fasilitas kita yang kurang apalagi untuk nyandar kapal tidak menampung kapasitas,” urainya saat ditemui secara terpisah.

Berbagai upaya dalam membenahi pelabuhan itu supaya representatif dan mampu mengakomodir keinginan para pengusaha boat saat ini masih dilakukan. Mulai dari memanfaatkan kembali musala pelabuhan, memasang wifi di sekitar area bahkan rencana untuk membangun tempat sandar untuk kapal. Pihaknya pun, pada APBDP 2017 ini tengah menyusun DED supaya nantinya pada tahun depan dapat memiliki anggaran untuk membangun dermaga apung. “Kita buat DED dulu baru nanti 2018 kita buatkan langung dermaga jetty apung dengan pola melebar ke kanan dan kiri sepanjang 50 m. Ini untuk menampung seluruh kapal, kita pelan-pelan yang penting jangan sampai ada gesekan,” pungkasnya. (flo)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid