Penerimaan Pajak Semester I Capai Rp 1,8 Triliun

MATARAM—Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Nusra (NTB – NTT), Suparno menyebut bahwa realisasi penerimaan pajak di semester pertama tahun 2016 sudah mencapai Rp 1,8 triliun. Capaian tersebut disemester pertama terjadi pertumbuhan dibandingkan realisasi semester I tahun 2015.

“Realisasi penerimaan pajak untuk wilayah NTB dan NTT di semester I-2016 ini lebih baik dari periode yang sama tahun lalu,” kata Suparno di sela-sela acara media gathering bersama pimpinan media di Kantor Kanwil DJP Nusra, Kamis kemarin (21/7).

Pada tahun 2016 ini Kanwil DJP Nusra ditargetkan menerima pajak senilai Rp6,4 triliun. Dari angka target itu, Kanwil DJP Nusra sudah berhasil menerima realisasi pembayaran pajak pada semester I tahun 2016 ini sebesar Rp1,8 triliun lebih atau 29,13 persen dari realisasi penerimaan pajak dari total target yang telah ditentukan.

Dikatakan Suparno, berbagai upaya dilakukan pihaknya untuk mencapai target realisasi penerimaan pajak, baik itu untuk wilayah Provinsi NTB dan juga di Provinsi NTT. Seperti gencar melakukan sosialisasi dan edukasi kepada wajib pajak baik itu di instansi pemerintah, industri keuangan seperti perbankan dan asuransi serta wajib pajak lainnya. “Semester I tahun 2016 ini realiasi penerimaan pajak di NTB dan NTT tumbuh 9,4 persen,” sebutnya.

BACA JUGA :  Pajak Hotel Bocor, Dispenda Gelar Uji Petik

Dikatakan, sejumlah sektor yang memiliki potensi pembayaran pajak menjadi perhatian Kanwil DJP Nusra untuk dioptimalkan pendekatannya kepada wajib pajak, seperti belanja pemerintah, jasa keuangan dan asuransi, konstruksi, perdagangan, pertambangan, jasa transportasi dan pergudangan, serta sektor pendukung pariwisata seperti perhotelan.

Untuk penerimaan pajak dari industri keuangan seperti perbankan, Kanwil DJP Nusra menggandeng Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mendapatkan data pajak dari deposito dan tabungan, begitu juga di asuransi. Di sektor perdagangan, Kanwil DJP Nusra langsung turun lapangan melakukan penyisiran  di sentra ekonomi seperti di pasar dan juga Mall yang terdapat banyak gerai toko pengusaha.

Sementara di sektor pendukung pariwisata seperti perhotelan, Kanwil DJP Nusra melakuan penyisiran ke hotel baik di kawasan wisata Senggigi dan juga di tiga Gili di wilayah Lombok Utara. “Beberapa sektor ini kita optimalkan pembayaran pajaknya untuk meningatkan setoran pajak, sehingga pembangunan semakin cepat dan merata di berbagai sektor,” pungkasnya. (luk)