Penerima Raskin di NTB Bertambah

H Ahsanul Khalik (AZWAR ZAMHURI/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Jumlah penerima Beras Miskin (Raskin) atau yang telah berganti nama menjadi Beras Sejahtera (Rastra) di Provinsi NTB bertambah untuk tahun ini.

Tahun 2017, pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial (Kemensos) akan menyalurkan bantuan raskin senilai Rp 648,8 miliar kepada Provinsi NTB. Jumlah penerima raskin tahun ini menjadi 473.049 Kepala Keluarga (KK) di 10 kabupaten/kota. “Penerima raskin atau rastra tahun ini bertambah 1.483 KK,” ungkap  Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB, H Ahsanul Khalik  kepada Radar Lombok, Minggu  kemarin (22/1).

Disampaikan, pada tahun 2016 lalu jumlah kuota sasaran penerima raskin hanya 471.566 KK saja. Dengan bertambahnya kuota sebanyak 1.483 KK, maka total penerima raskin tahun 2017 ini di NTB menjadi 473.049 KK.

Menurut Khalik, adanya penambahan kuota ini bukan berarti jumlah KK miskin bertambah. Namun lebih kepada penyesuaian dan penyempurnaan data penerima. “Kan selama ini ada beberapa warga masyarakat yang memang berhak menerima raskin tapi namanya tidak ada, sekarang lah masuk sehingga jumlahnya bertambah,” terang Khalik.

[postingan number=3 tag=”raskin”]

Dikatakan, penerima raskin tidak harus selalu dikaitkan dengan angka kemiskinan. Mengingat, jumlah penduduk miskin di NTB saat ini sebanyak 786.580 jiwa. Sedangkan penerima raskin tahun ini sebanyak 473.049 KK.

Jumlah penerima raskin sebanyak 473.049 KK tersebut, tersebar di Lombok Timur sebanyak 138.363 KK, kemudian Lombok Tengah 96.375 KK, Lombok Barat 66.996 KK, Lombok Utara 33.755 KK dan di Kota Mataram sebanyak 25.680 KK. “Penyalurannya nanti dari Dolog, kecuali Kota Mataram yang sudah memakai e-Warong,” kata Khalik.

Mulai Januari 2017, rumah tangga miskin Kota Mataram tidak lagi menerima raskin secara tunai. Raskin digantikan dengan program elektronik warung gotong royong (e-Warong). Lewat program ini, rumah tangga miskin menerima kartu elektronik yang isinya Rp 110 ribu dan hanya bisa digunakan untuk membeli beras, gula, minyak dan tepung terigu. Program ini merupakan program pemerintah pusat untuk tahap pertama diberlakukan di 40 kota, termasuk Mataram.

Kemudian untuk kuota di Kabupaten Sumbawa sebanyak 34.040 KK, Dompu mendapatkan 19.356 KK, Kabupaten Bima 39.995 KK, Kota Bima 8.393 KK dan Sumbawa Barat sebanyak 10.096 KK. “Kualitas raskin insya Allah tetap terjaga kok,” tutup Khalik.

Terpisah, dalam kunjungan kerja (Kunker) Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa ke Kabupaten Sumbawa pada hari Minggu (22/1), mensos mengecek stok beras di Gudang Bulog bersama Bupati Sumbawa, Husni Djibril. Hal itu dilakukan untuk memastikan raskin atau rastra yang dibagikan berkualitas dan tidak mengecewakan warga penerima.

Dalam kesempatan tersebut, Mensos menyampaikan bahwa untuk Kabupaten Sumbawa bantuan rastra yang diberikan senilai Rp 46,6 miliar untuk 34.040 KK. “Saat ini penyaluran rastra masih bersifat tunai. Nanti kalau semua infrastruktur pendukung terpenuhi, akan dialihkan ke bantuan pangan non tunai dengan program e-Warong,” katanya. (zwr)