Penelitian Dosen Diharapkan Langsung Diterapkan ke Dunia Nyata

MATARAM–Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonsesi (RI) mengajak kalangan akademisi untuk lebih aktif memberikan hasil karya penelitiannya dalam dunia nyata. Tidak seperti selama ini, hasil karya penelitian dosen perguruan tinggi lebih banyak di tataran seminar, dan tersusun rapi di rak buku.

Harapan itu disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Pertanian Kementan RI, H. Pending Dadih Permana, dihadapan 144 orang dosen dari 17 Perguruan Tinggi (PT) se Indonesia dalam seminar nasional Pertanian di Mataram, Sabtu (12/11). “Kita minta PT langsung ke lapangan dengan dunia nyata pertanian. Bukan hanya seminar di dalam ruangan,” kata mantan Kepala Dinas Pertanian Provinsi NTB ini.

Dikatakan, dalam memajukan sektor pertanian di Indonesia, lebih khususnya lagi di Provinsi NTB yang dikenal dengan letak geografisnya yang strategis, serta dikenal sebagai daerah agraris. Maka sangat penting peran dari dunia kampus dalam memberikan solusi nyata dan aplikatif kepada masyarakat, utamanya para petani.

Pihak Peguruan Tinggi (PT) bisa melakukan integrasi dengan program strategis nasional maupun program unggulan yang ada di daerah, utamanya terkait sektor pertanian dan peternakan. Dalam riset dosen PT bisa lebih aplikasi kepada apa yang dibutuhkan oleh masyarakat. Baik itu konsep bertani yang baik, termasuk juga teknologi apa yang bisa dimanfaatkan oleh petani.

Sehingga bertani lebih efektif dan efisien, serta produk yang dihasilkan oleh petani semakin memiliki nilai tambah.  “Kita ingin dosen PT itu seminarnya langsung di dunia nyata bersama petani untuk mengaplikasikan hasil riset mereka,” harap Dadih.

Terlebih sambung Dadih, wilayah di Provinsi NTB jika dilihat dari lahannya menunjukan sebagai miniatur dari Indonesia. Dimana Provinsi NTB dengan 10 kabupaten/kota memiliki lahan yang begitu lengkap, mulai dari daerah dengan lahan sangat basah, basah hingga daerah dengan lahan yang kering.

Jika potensi itu digarap dengan riset yang maksimal, dimana dosen turun langsung memberikan pendampingan dan solusi kepada masyarakat,  maka akan lebih bermakna dan bermanfaat kepada masyarakat luas.

“Potensi lahan di NTB sangat luar biasa. Tinggal bagaimana memaksimalkan pemanfaatan lahan yang ada ini untuk menghasilkan produk komoditas pertanian yang sesuai dengan potensi lahan tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Pertanian, Universitas Mataram, Dr. Sukartono mengatakan, saat ini Dosen Fakultas Pertanian Unram sudah menerapkan riset yang langsung aplikatif ke petani. berbagai penelitian langsung turun ke dunia nyata petani.

Hal tersebut seperti kerjasama dengan pemerintah daerah, dan berbagai pihak lainnya dalam melaksanakan riset di sektor pertanian. “Kami sudah mengajak semua Dosen di Fakultas Pertanian untuk merubah mindset mereka, agar risetnya lebih aplikatif dan turun langsung ke dunia nyata. Dan itu sudah mulai kami terapkan,” ujarnya. (luk)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid