Penduduk NTB Didominasi Generasi Z dan Milenial

KEMISKINAN: Salah seorang penduduk warga Kota Mataram yang tinggal di rumah tidak layak huni. (DEVI HANDAYANI/RADAR LOMBOK )

MATARAM – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB mencatat jumlah penduduk NTB pada September 2020 sebanyak 5,32 juta jiwa.

Jumlah itu bertambah sebanyak 819.880 jiwa jika dibandingkan dengan jumlah penduduk NTB pada tahun 2010 berdasarkan hasil Sensus Penduduk (SP) 2020. Dengan demikian rata-rata penambahan jumlah penduduk NTB setiap tahunnya sebanyak 81.990 jiwa. “Dalam kurun waktu 10 tahun dari 2010-2020 laju pertumbuhan penduduk NTB sebesar 1,63 persen per tahun. Peningkatan laju pertumbuhan penduduk cukup tinggi dibanding periode 2000-2010 sebesar 1,17 persen,” kata Kepala BPS Provinsi NTB, Suntono.

Dengan luas daratan NTB 20,12 ribu kilometer persegi, maka kepadatan penduduk NTB sebanyak 264 jiwa per kilometer persegi. Angka ini menujukkan peningkatkan kepadatan hunian penduduk NTB. Dari hasil SP2000 mencatat kepadatan penduduk NTB sebanyak 107 jiwa per kilo meter per segi dan hasil SP2010 yang mencapai 223 jiwa per kilometer persegi.

Dikatakan Suntono, dari 5,32 juta penduduk NTB, sebesar 92,06 persen atau sekitar 4,90 juta penduduk berdomisili sesuai Kartu Keluarga (KK). Sementara sebesar 7,94 persen atau sekitar 422.480 penduduk lainnya berdomisili tidak sesuai KK. Jumlah ini merupakan indikasi banyaknya penduduk yang bermigrasi dari wilayah tempat tinggal sebelumnya, karena sekarang sudah tidak tinggal pada alamat yang tercatat pada KK. “Laju pertumbuhan penduduk terjadi karena dipengaruhi oleh faktor kelahiran, kematian dan juga faktor migrasi,” jelasnya.

Selanjutnya, berdasarkan usia produktif hasil SP2020 mencatat mayoritas penduduk NTB didominasi oleh generasi Z dan milenial. Generasi Z yakni penduduk yang lahir tahun 1997-2012 dan seterusnya. Sedangkan genarasi milineal yakni penduduk yang lahir tahun 1981 sampai 1996. Proporsi generasi Z sebanyak 28,62 persen dari total populasi dan generasi milenial sebanyak 27,24 persen total populasi NTB. Generasi ini termasuk dalam usia produktif yang dapat menjadi peluang untuk mempercepat percepatan pertumbuhan ekonomi. Sementara itu, rasio jenis kelamin penduduk NTB sebesar 99,71, yang artinya terdapat 99 laki-laki per 100 perempuan di NTB pada tahun 2020.

Sementara itu, persentase penduduk usia produktif 15-64 tahun terus meningkat sejak tahun 1971. Pada tahun 1971 proporsi penduduk usia produktif adalah sebesar 52,56 persen dari total populasi dan meningkat menjadi 69,77 persen di tahun 2020. Perbedaan tajam antara persentase penduduk usia produktif dan non produktif (0-14 tahun dan 65 tahun ke atas) terlihat lebih tajam di tahun 2020.

“Persentase penduduk usia produktif lebih besar dibandingkan penduduk usia non produktif. Ini menujukkan NTB telah berada pada era bonus demografi,” jelasnya. (dev)