Pendistribusian Paket Lebaran Belum Ada Kepastian

SELONG—Kepastian pendistribusian paket lebaran untuk 80 ribu warga miskin di Lombok Timur (Lotim) hingga kini belum bisa dipastikan kapan akan dimulai. Sementara proses tender proyek ini sudah tuntas dilakukan, yang dimenangkan oleh CV Mutiara Timur dan CV Sahaja.

CV Mutiara Timur keluar sebagai pemenang tender untuk  pengadaan parsel. Sementara CV Sahaja memenangkan pengadaan beras. Kini kedua CV tersebut sudah mulai bekerja. Sejumlah item pengadaan barang untuk paket lebaran mulai akan didatangkan. Bahkan puluhan ribu kardus untuk Parsel terlihat sudah dipersiapkan di Gedung Wanita Selong.

“Pagu anggarannya Rp 21 miliar. Namun untuk nilai kontrak tendernya saya belum tau pasti,” ungkap Kabag Humas Pemda Lotim, Ahmad Subhan, Selasa kemarin (21/6).

Untuk pengadaan beras sendiri dipastikan ada sebanyak 1200 ton. Selain itu, ke 80 ribu warga juga akan menerima Parsel yang didalamnya berisi kain sarung, minyak, biskuit, gula, dan beberapa item lainnya. Setiap penerima akan diberikan satu kotak Parsel, bersama beras sebanyak 15 Kilogram. “Terkait kemajuan pengerjaannya, saya belum tau pasti. Itu yang lebih mengetahui Pengawas Pelaksana Teknis Kegiatan,” terangnya.

Yang pasti sebutnya, pendistribusian paket lebaran ini harusnya bisa dipercepat. Artinya, proses pendistribusian bisa dilakukan sesuai waktu yang sudah ditentukan. Dengan demikian, dari 80 ribu warga miksin, bantuan tersebut sudah mereka terima sebelum Hari Raya Idul Fitri.

Namun jika pengerjaan lamban, itu nantinya tugas pengawas pelaksana teknis kegiatan (PPTK) yang meminta pihak ketiga tersebut untuk mempercepat. “Intinya kita ingin proses pendistribusian paket lebaran ini lebih dipercepat. Sementara data penerima diambil dari kecamatan,” jelasnya.

Sedangkan Ketua PPTK Bidang Kesra, Heri Budiatman juga belum bersedia memberikan penjelasan terkait sejauh mana persiapan pengadadaan paket lebaran ini. Meski tugasnya di bidang teknis, namun untuk lebih jauh terkait hal ini dirinya meminta menanyakan langsung ke Kabag Kesra. “Supaya endak salah-salah, nanti tunggu Pak Kabag Kesra pulang dari Jakarta. Bisa tanya langsung ke Pak Kabag,” sarannya. (lie)

BACA JUGA :  Kasus Parsel Lebaran Masih Penyelidikan