Pendiri NW Dihina di Facebook

SELONG– Pimpinan dan pengurus Pemuda NW Lotim  melaporkan kasus pelecehan dan penghinaan  melalui media sosial yang dilakukan pemilik akun facebook yang bernama Jhony Anakteror.

Ketua Pimpinan Pemuda NW Lotim   Hasanah Efendi mengungkapkan bahwa  Jhony melalui akun facebooknya terang-terangan telah menghina dan melecehkan  Maulanasyekh TGH Zainudin Abdul Majid

pendiri NW. Perbuatan yang dilakukan Jhony sangat melukai warga NW dan masyarakat NTB. "Untuk itulah kami langsung melaporlan pemilik akun tersebut kepihak berwajib supaya bisa diusut tuntas," katanya usai melapor Sabtu lalu (16/7).

Selain dilaporkan di Polres Lombok Timur,  pemilik akun ‘Jhony Anakteror’ juga dilaporkan ke Polres Lombok Tengah.  Pengurus Daerah NW Lombok Tengah  melayangkan laporan ke polisi.  Sekretaris Bidang Ekonomi dan Kesejahteraan Umat, Asrorul Hadi mengecam, pemilik akun facebook tersebut. Hinaan itu tak hanya menyayat hati masyarakat NW saja, tetapi juga seluruh masyarakat Lombok.

Sebab, sosok TGH Zaenuddin Abdul Majid merupakan panutan masyarakat Lombok. Sosok keimuan serta jasa-jasa dalam agama dan negara diakui semua umat muslim di seluruh dunia. Sehingga hinaan itu telah menancapkan luka yang mendalam bagi masyarakat Lombok. ‘’Makanya kami melaporkan pemilik akun facebook ini,’’ tegasnya saat diterima di Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Lombok Tengah.

Asror menegaskan, bukan hanya masyarakat NW yang dihina tetapi masyarakat Lombok pada umumnya. Karena pemilik akun ini juga menyebut orang Lombok yang berarti keseluruhan masyarakat Lombok. “Dalam akun facebook tersebut, sudah nyata ada kata-kata yang melecehkan sosok tuan guru panutan ummat Islam di Lombok. Lebihnya lagi nama Lombok juga dicaci-maki,” geramnya.

Menurutnya, pemilik akun facebook ini harus segera diproses secara hukum.  ‘’Kami minta polisi segera menangkap pelakunya. Kalau tidak, kami takut masyarakat yang akan mencarinya,’’ ujarnya.

Sementara Kanit SPKT Polres Lombok Tengah, IPDA Danial Ibilona yang dikonfirmasi mengaku, telah menerima pengaduan dan laporan PDNW Lombok Tengah itu. Dengan alat bukti yang dilampirkan, pihak kepolisian akan segera bertindak menyelidiki pelaku.  “Laporan ini akan segera kami proses, dan malah surat ini harus segera masuk ke ruang kapolres untuk segera ditindaklanjuti,” sebutnya.

BACA JUGA :  Seminar Internasional Semarakkan Hultah NWDI Anjani ke-81

Ditambahkan Kasatreskrim Polres Lombok Tengah, AKP Arjuna Wijaya menjelaskan, jika dilihat dari pengaduan, ini masuk dalam pasal penghinaan dan pencemaran nama baik. Dari itulah, secara prosedural yang bersangkutan atau yang memiliki akun tersebut segera akan dipanggil untuk dimintai keterangan. “Karena ini pengaduan pencemaran nama baik, apalagi ini salah seorang tokoh, kami dari aparat bakal mengusutnya secepat mungkin,” janjinya.

Akibat aksi tidak terpuji Jhony ini, polisi telah mengamankan BZI, 22 tahun asal Wanasaba Lombok Timur yang tidak lain mantan istri Jhony. Pengamanan ini dilakukan polisi guna kepentingan penyelidikan dan pertimbangan keamanan bagi perempuan beranak satu ini.

Pihak keluarga BZI menyebut  Jhony Isnaini alias Jhoni Anakteror yang dituding sebagai pelaku penghinaan dan pelecehan pendiri NW ini di media sosial itu. “Dia Jhony rupanya sakit hati terhadap BZI yang kini berstatus sebagai jandanya karena tidak mau diajak rujuk,” kata salah satu keluarga BZI L Syarifudin.

Dijelaskan  mereka bercerai  sekitar empat hari setelah lebaran Idul Fitri kemarin melalui telpon. Jhony yang berasal dari Aik Bukak Loteng ini kini sedang berada di Malaysia sebagai TKI sejak dua tahun lalu. Namun setelah dua hari menceraikan BZI, Jhony kemudian mengajak BZI  lagi rujuk, namun ditolak.

Rupanya sakit hati akibat tidak mau diajak rujuk inilah sehingga Jhony kemudian meneror BZI dengan menyebar foto vulgar  BZI di media sosial. Akibat perbuatan Jhony ini, semua keluarga BZI kemudian malu dan  resah hingga bahkan stress. “Bahkan mengancam jika ia tidak akan berhenti meneror dengan menyebar foto vulgar (syur) BZI di media sosial selama tidak mau rujuk,” ungkapnya.

Tidak berhenti sampai disitu, malah Jhony kemudian membuat ulah baru dengan membuat akun facebook dan memposting umpatan dan hinaan kepada pendiri NW. “Bagaimana anak kami mencaci guru besarnya sementara bapak ibunya sendiri adalah anggota Hizbullah,” jelasnya.  Dia meminta kepada pihak polisi agar mengusut tuntas kasus ini serta memproses hukum atas penyebaran foto syur BZI yang dilakukan oleh Jhony.  (lal/cr-ap)