Pendidikan Tanggung Jawab Bersama

HM. Suruji (Nasri/Radar Lombok)

MATARAM—Keberlangsungan pendidikan di NTB patut diperhatikan lebih serius. Ini karena para pelajar usia wajib sekolah tengah mengalami cobaan yang sangat parah.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) NTB, HM Suruji mengatakan, cobaan yang tengah dihadapi para pelajar yakni berupa pergaulan bebas. Cobaan lainnya berupa narkoba dan tak jarang pelajar terlibar aksi kejahatan.

“Kalau tidak diperhatikan kasus ini secara seksama, lambat laun proses degradasi moral akan menjadi ancaman serius bagi dunia pendidikan,” ungkapnya, Senin (21/11).

Para pelajar, terutama mereka yang telah menginjak usia remaja, ungkapnya, tidak sedikit yang telah terjerumus dengan pergaulan bebas, kecanduan narkoba dan terlibat aksi kejahatan. Kasus-kasus ini bila terus dibiarkan dipastikan akan mengancam eksistensi masa depan para pelajar.

Agar para pelajar tidka terjerumus, ujarnya, semua pihak harus bahu membahu membangun dunia pendidikan. Perhatian terhadap para remaja harus lebih intens diberikan lantaran usia mereka tengah labil.

Perhatian dan pendidikan terhadap remaja, jelasnya, bukan saja tanggung jawab institusi pendidikan. Namun tanggung jawab juga dipikul oleh pemerintah, masyarakat dan orangtua.

“Tolong awasi pergaulan anak-anak kita. Didik mereka dengan penuh kasih saying agar lebih betah di rumah,” ujarnya.

Demi menyelamatkan generasi muda dari ancaman pergaulan bebas, narkoba dan aksi kejahatan, Dikpora NTB disebutnya sudah memiliki program-program khusus yang berorientasi pada pembinaan karakter. Selain itu, Dikpora NTB akan bekerjasama dengan pihak-pihak lain seperti kepolisian BNN serta pihak lainnya demi mencegah terjerumusnya pelajar dalam jerat narkoba. (cr-rie)