Pendidikan Antinarkoba Diminta Masuk Kurikulum

PENGHARGAAN: Wakil Gubernur NTB, HM Amin, memberikan penghargaan kepada pemerintah daerah yang telah mengkampayekan stop narkoba (Sudir/Radar Lombok)

MATARAM—Wakil Gubernur NTB, HM Amin, mengaku perihatin terhadap kondisi kalangan pelajar. Ini karena tidak sedikit dari mereka sudah menjadi korban penyalahgunaan narkoba.

Ia meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB dan kabupaten kota berperan aktif mengatasi persoalan itu. Ia bahkan meminta pendidikan antinarkoba menjadi kurikulum antinarkoba baru tahun ajaran 2017/2018.

Pernyataan tersebut diucapkan saat pucak peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) Minggu kemarin, (16/7). Kegiatan ini dilaksanakan di lapangan Bumi Gora Udayana Mataram.

Menurut Amin, untuk mengantisipasi hal tersebut, pemerintah bersama pihak terkait lainnya harus memiliki peran aktif mencegah peredaran narkoba, khususnya di kalangan pelajar. Salah satunya dengan memasukkan materi pencegahan narkoba di kurikulum sekolah.

Saat ini, jelasnya, pelajar salah satu sasaran empuk kalangan bandar narkoba. “Kami akan berkoordinasi dengan Dinas Dikbud dan BNN  untuk merealisasikan rencana ini,” ujarnya.

Amin meminta, sosialisasi tentang bahaya narkoba perlu digencarkan, khususnya di kalangan pelajar. Mengingat narkoba bisa merusak generasi muda penerus bangsa. “Untuk mencegah peredaran dan penanganan narkoba ini, kita perlu kreativitas,” tandasnya. (dir)

BACA JUGA :  Ujian Semester Hari Ketiga Lancar