Penderita Malaria Terus Bertambah

Endang Sari (ZUL/RADARLOMBOK)

GIRI MENANG-Penderita malaria di Lombok Barat  terus bertambah. Hingga minggu (4/6) totalnya menjadi 23 orang. Semua penderita ini adalah mereka yang baru pulang bekerja di perkebunan yang ada di Jayapura Papua, daerah endemik malaria. “Jadi tadi malam ada satu lagi yang positif malaria dari Dusun Bakong, sehingga totalnya menjadi 23 orang,” ungkap Kepala Puskesmas Gerung Andang Sari di ruang kerjanya, Senin (5/6).

Namun dari total 23 yang positif malaria tersebut, ada satu penderita warga Mapak Belatung Kota Mataram. Dia juga merupakan pekerja di Papua. “Tahu ramai teman-temannya periksa di sini, jadinya ikut periksa di sini. Kita sudah koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Mataram terkait hal tersebut,” jelasnya.

Berikut rincian asal 23 penderita malaria lainnya. Desa Taman Ayu sebanyak 15 orang, Desa Kebon Ayu 5 orang, Desa Aik Ampat 1 orang,  Desa Jembatan Kembar 1 orang dan Mapak Belatung Kota Mataram 1 orang. Desa Jembatan Kembar dan Aik Ampat sendiri bukan termasuk wilayah kerja Puskesmas Gerung. Hanya saja sejak awal mereka memeriksakan diri di Puskesmas Gerung karena mengikuti teman-temannya yang lain di Desa Taman Ayu dan Kebon Ayu. “Jadi karena sejak awal mereka memeriksakan diri di sini, kita juga tetap melakukan pemantauan sampai sekarang terhadap mereka. Kendatipun sudah keluar dari Puskesmas atau rumah sakit,” jelasnya.

BACA JUGA :  Berkurang, Jatah Pupuk Bersubsidi untuk Lobar

Seluruh penderita malaria sudah tidak dirawat di Puskesmas dan rumah sakit, mereka sudah dipulangkan karena kondisinya stabil. Namun bukan berarti parasit yang ada di dalam darah mereka sudah seluruhnya mati. Oleh karenanya tetap dilakukan pemantauan pengobatan oleh tim yang turun secara lansung dengan membawa obat-obatan.

Lebih lanjut dikatakan, total pasien yang baru pulang dari Papua dan memeriksakan diri di Puskesmas Gerung mencapai 26 orang. Namun hanya 23 yang positif. Mereka datang memeriksakan diri secara bertahap yakni 16 Mei, 22 Mei, 24 Mei dan 4 Juni. “Jadi yang berangkat bekerja ke Papua ini berdasarkan data dari perusahaan yang memberangkatkan sekitar 51 orang. Tetapi datanya sendiri tidak rinci. Kita sudah berkoordinasi dengan kepala desa, kalau ada yang mengeluh dengan gejala malaria, segera diperiksakan ke puskesmas,” jelasnya.

Lobar khususnya Kecamatan Gerung sudah lama terbebas dari malaria, sehingga kejadian malaria saat ini sangat mengagetkan. Tetapi semaksimal mungkin akan dicegah penyebaran penyakit mematikan tersebut. Karena malaria sendiri bisa menular melalui gigitan nyamuk . “Kita ingin zero malaria, jadinya tim kita rajin turun. Radius 100 meter dari rumah penderita juga sudah diperiksa apakah ada yang tertular, ternyata tidak ada. Penderita sendiri sudah kita berikan bantuan kelambu tidur,” tandasnya.(zul)