Penderita HIV/AIDS Enggan Melapor

GIRI MENANG – Banyak penderita HIV/AIDS di Lombok Barat diketahui enggan melaporkan diri di Puskesmas atau pusat kesehatan lainnya yang dekat dengan mereka. Inilah yang menyebabkan munculnya korban baru akibat ketidaktahuan korban akan ancaman penyakitnya.

Padahal mereka yang melapor akan mendapatkan perawatan intensif dari pihak kesehatan. “ Kami saat ini masih mengalami kendala terkait kesadaran warga yang mengidap penyakit HIV/AIDS. Mereka enggan melapor ke Puskesmas terdekat,” ungkap Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Lombok Barat dr. H. Ahmad Saiful kepada Radar Lombok, Jumat (2/9). 

Pihaknya sering menghimbau masyarakat yang merasa terkena agar segera melaporkan diri ke Puskesmas terdekat. Pasien akan ditangani maksimal sebagaimana penanganan pasien-pasien lainnya. Kerahasiaan identitas pasien juga terjamin. “Kesadaran untuk memeriksa dini masih rendah. Maka dari itu, ibu hamil harus memeriksa diri juga,” imbuhnya.

Berdasarkan pendataan, hampir semua kecamatan di Lombok Barat ada penderita HIV/AIDS sesuai data 2015. Diantaranya Kecamatan Batulayar HIV 20 orang dan AIDS 4 orang, Kecamatan Gunung Sari HIV 3 orang dan AIDS 1 orang, Kecamatan Lingsar HIV 2 orang, Kecamatan Narmada HIV 4 orang dan AIDS 2 orang, Kecamatan Labuapi HIV 1 orang, Kecamatan Kediri HIV 1 orang.

Selanjutnya,  Kecamatan Kuripan HIV 1 orang dan AIDS 2 orang, Kecamatan Lembar HIV 3 orang, Kecamatan Sekotong HIV 1 orang dan AIDS 3 orang, dan Kecamatan Gerung HIV 5 orang dan AIDS 6 orang. Karena, HIV/AIDS salah penyakit bagaikan gunung es yang harus diantisipasi secepatnya. “ Tahun ini masih melakukan pendataan,” tambahnya.

Dinas juga tetap berkoordinasi dengan KPA Lombok Barat. Ada beberapa langkah pencegahan diantaranya lewat lembaga pendidikan (sekolah). Dinas juga sudah membentuk Pokja di tingkat kecamatan. Setiap kecamatan sudah ada tim untuk melakukan pemeriksaan yang tersebar di Puskesmas-Puskesmas.(flo)