Pendakian Rinjani Lewat Tete Batu Dibuka Tahun Depan

PENDAKIAN : Salah satu destinasi wisata alam di Desa Tete Batu Kecamatan Sikur. Mulai tahun depan, desa ini menjadi pintu pendakian Rinjani. (Dok/Radar Lombok)

SELONG –  Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) melakukan soft lounching jalur pendakian Rinjani lewat Desa Tete Batu Kecamatan Sikur. Jalur Tete Batu ini rencananya akan mulai dipakai pendaki mulai tahun depan.

Kepala Balai TNGR NTB, Dedy Asriadi, membenarkan terkait akan dibukanya jalur pendakian baru Tete Batu. Namun kata dia, sebelum jalur pendakian itu mulai dibuka pihaknya terlebih dahulu akan melakukan perbaikan  sejumlah berbagi fasilitas. Terutama perbaikan akses jalan  dari Tete Batu menuju ke Rinjani.” Setelah kita lakukan soft lounching  kita tentu harus menyiapkan fasilitas. Terutama berkaitan dengan jalan,” ungkapnya kemarin.

Selain jalan, fasilitas lainnya yang akan disiapkan yaitu posko  jaga di pintu masuk dan beberapa fasilitas lainnya. Kata dia, untuk perbaikan jalan ini direncanakan akan dimulai Januari 2021 mendatang. Karena mengingat di bulan tersebut aktivitas pendakian ke Rinjani akan ditutup.” Ketika  pendakian kita tutup di bulan Januari maka akan kita mulai lakukan perbaikan jalan. Perbaikan jalannya itu selesai sampai Maret. Sehingga diupayakan April jalur pendakian Tete Batu ini sudah mulai kita digunakan,” singkatnya.

Terpisah, Kades Tete Batu Selatan, Zohri Rohman, menyambut baik akan dibukanya jalur pendakian Rinjani melalui Desa Tete Batu dan Tete Batu Selatan. “Sangat tepat sekali terkait akan dibukanya jalur alternatif pendakian ke Rinjani melalui Tete Batu dan Tete Batu Selatan ” katanya.

Dikatakan ketika jalur pendakian ini dibuka maka beberapa desa wisata lainnya yang ada di sekitar itu seperti Kembang Kuning, Jeruk Manis, Pringga Jurang Utara , Pesanggarahan dan Perian akan langsung menjadi penyangga.”Kita juga di desa sangat siap untuk membantu fasilitas lainnya yang dibutuhkan, terutama SDM. Terlebih lagi  teman Pokdarwis juga dari awal telah mempersiapkan diri,”katanya.

Keberadaan jalur pendakian ini kata dia juga sebagai salah satu upaya mencegah  para pendaki ilegal. Karena sebelumnya jalur pendakian di wilayah itu dijadikan sebagai jalur tikus para pendaki. Namun dengan dibukanya jalur ini maka para pendaki akan bisa menggunakannya sebagai jalur pendakian yang resmi.”Dan kita juga tentu tidak ingin akan terus dijadikan sebagai jalur ilegal. Kalau nantinya jalur ini sudah resmi dibuka, maka kita bisa tentukan tupoksi masing- masing desa penyangga. Dan tentunya juga dibutuhkan sinergi dengan pihak TNGR untuk kemajuan jalur ini,” jelasnya.(lie)