Pendakian Rinjani Kembali Dibuka

DIBUKA: Wagub NTB Rohmi Djalilah, Wabup KLU Danny Karter, Kepala Balai TNGR Dedy Asriady, dan Direktur Pemanfaatan Jasa Lingkungan Kawasan Konservasi, Nandang Prihadi membuka pendakian kawasan TNGR.(HERY MAHARDIKA/RADAR LOMBOK)

TANJUNG–Pemerintah Provinsi NTB dan Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) sepakat membuka kembali pendakian Rinjani, sejak ditutup 1 Januari 2022 akibat cuaca buruk.

Hal ini disampaikan pada pelaksanaan event Gawe Rinjani sebagai simbol pembukaan pendakian ke TNGR yang dihadiri Wagub NTB Rohmi Djalilah, Wabup KLU Danny Karter, Direktur Pemanfaatan Jasa Lingkungan Kawasan Konservasi Nandang Prihadi, Kepala Balai TNGR Dedy Asriady, dan para Kepala OPD terkait serta undangan lainnya di Desa Senaru, Kamis (10/3).

Total ada enam pendakian resmi Rinjani yang dibuka yakni Pendakian Senaru dan Torean di KLU; Pendakian Sembalun, Timbanuh, dan Tetebatu di Lombok Timur; dan Pendakian Aik Berik di Lombok Timur. Booking tiket pada aplikasi e-Rinjani dapat dilakukan mulai 12 Maret 2022, sedangkan pendakian terhitung mulai 16 Maret 2022.

Wagub NTB Rohmi Djalilah menyampaikan, Rinjani Gawe Festival merupakan kegiatan yang menandakan dibukanya jalur pendakian kawasan Gunung Rinjani, yang semulanya ditutup setiap tiga bulan pada awal tahun dengan alasan cuaca buruk. “Tentu ini merupakan kabar baik bagi para pendaki dan masyarakat sekitaran kawasan TNGR,” ujar Rohmi.

BACA JUGA :  Draft Raperda Desa Diuji Publik

Rohmi pun kagum terhadap potensi alam yang ada di kawasan Gunung Rinjani terutama Desa Senaru, namun tentu ini menjadi tanggung jawab yang besar untuk bagaimana alam yang indah tetap terjaga.

Ia mengajak pemerintah, para stakeholder beserta masyarakat untuk menjadikan Gunung Rinjani menjadi kawasan wisata berstandar dunia. Oleh sebab itu Gunung Rinjani harus dijaga bersama terutama dari sampah yang sering ditinggalkan oleh para pendaki. “Mari bersama-sama untuk berjuang menjadikan Rinjani yang lebih baik. Mudah-mudahan Gunung Rinjani semakin lestari,” imbuhnya.

Sementara itu, Wabup Danny menyampaikan bahwa sekarang waktunya wisata KLU bangkit setelah sempat mengalami masa sulit akibat gempa 2018 serta pandemi covid-19. “Ini harus dijadikan triger kebangkitan pariwisata,” ucapnya.

BACA JUGA :  Pemdes Kayangan Serap Aspirasi Lewat Safari Ramadan

Dengan dibukanya kembali jalur pendakian Rinjani, tentu akan membangkitkan ekonomi masyarakat yang ada di sekitar kawasan Gunung Rinjani. “Kami ucapkan terima kasih atas atensi dari pusat, provinsi serta pemerintah desa dalam pemulihan ekonomi di wilayah Desa Senaru,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu pula, Kepala Balai TNGR Dedy Asriady mengatakan, bahwa TNGR adalah keindahan yang dititipkan Tuhan kepada masyarakat Lombok. Ini dibuktikan dengan dipilihnya kawasan Rinjani sebagai destinasi wisata super prioritas. Dedy juga menambahkan penting untuk semua masyarakat merasa bangga dengan keberadaan TNGR. “Kebanggaan ini harus dijaga dengan cara melestarikan kawasan TNGR,” katanya.

Festival yang mengangkat tema recover together recover stronger ini menampilkan beberapa hiburan di antaranya menampilkan beberapa pentas seni, launching film dan talkshow budaya lingkar Rinjani. (flo)