Pendakian ke Gunung Rinjani Diusulkan Ada Awiq-Awiq

Pendakian ke Gunung Rinjani Diusulkan Ada Awiq-Awiq
TERTIMBUN: Jalur tangga menuju Air Terjun Sendang Gile tertimbun longsoran saat gempa beberapa waktu lalu. (DISBUDPAR FOR RADAR LOMBOK)

TANJUNG – Pendakian Gunung Rinjani ditutup pascagempa yang mulai terjadi 29 Juli 2018. Hingga kini pendakian belum dibuka. Namun untuk pendakian ke depan, para pelaku usaha wisata di Desa Senaru, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara (KLU), mengusulkan agar dibuatkan awiq-awiq (peraturan adat) untuk pendakiannya. Desa Senaru sendiri merupakan salah satu pintu masuk menuju gunung tertinggi di Lombok itu.

Awiq-awiq dirasa diperlukan untuk ditaati wisatawan yang mendaki ke areal yang disakralkan masyarakat tersebut. “Kita harapkan nantinya agar pendakian ke Rinjani dibuatkan semacam awiq-awiq untuk mengaturnya,” ucap Lalu Ahmad Yani, salah seorang pengusaha wisata di Senaru, beberapa waktu lalu.

Yani sendiri meminta agar pendakian ke Rinjani segera dibuka, yang tentunya menggunakan jalur-jalur alternatif yang berisiko kecil. Dengan dibukanya pendakian, maka wisatawan akan berdatangan dan itu akan bisa membangkitkan ekonomi masyarakat sekaligus sebagai trauma healing atau penyembuhan trauma pascagempa.

Sementara itu, Kabid Destinasi dan Penataan Wisata pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) KLU, Bratayasa mengungkapkan, aspirasi yang disampaikan masyarakat dan pelaku wisata di Senaru sudah diakomodir dan sudah pernah diajukan ke Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), guna hidupkan kembali awiq-awiq untuk pendakian. Misalkan, sebelum naik ke Rinjani harus mengikuti ritual adat warga setempat. Namun usulan belum diakomodir oleh TNGR.

Kemudian apa yang diinginkan kembali oleh masyarakat setempat juga sudah disampaikan lagi pascagempa. Termasuk juga pengajuan izin kembali melakukan pendakian. Namun pihak TNGR masih mempertimbangkan keselamatan pendaki karena beberapa titik di Gunung Rinjani mengalami longsor yang mengkhawatirkan keselamatan. “Kita paham apa yang diinginkan masyarakat setempat mempercepat pemulihan, tapi perlu juga mempertimbangkan keselamatan,” imbuhnya.

Pihak TNGR akan melakukan pengkajian terlebih dahulu terhadap situasi di Gunung Rinjani dengan menerjunkan tim ahli. Masyarakat memang menginginkan percepatan namun mereka tidak mengetahui kondisi seperti apa di atas, apalagi kondisi di Lombok masih terjadi gempa susulan. “Kita harap masyarakat bersabar,” harapnya.

Namun pihaknya sendiri sudah mencoba mengambil solusi lain untuk membangkitkan ekonomi warga setempat yaitu membuka kembali air terjun Sendang Gila. Pihaknya dibantu sejumlah pihak sudah melakukan pembersihan tanah longsor di sana. Namun kembali longsor saat ada gempa susulan. Pihaknya pun bersama masyarakat menghentikan pembersihan tanah longsor demi keselamatan. “Kalau areal air terjunnya tidak ada yang mengalami kerusakan, hanya saja suasana di sana masih ngeri sehingga masyarakat sepakat tutup terlebih dahulu sampai menunggu waktu pulih,” tandasnya.

Ditambahkan, pihaknya tidak bisa berbuat lebih jauh selain menunggu suasana gempa benar-benar pulih kembali, baru selanjutnya membuka kawasan wisata tersebut. (flo)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut