Pendaki Tidak Perlu Khawatir

SELONG– Setelah letusan yang menyemburkan abu vulkanik setinggi 2.500 meter pada Senin (1/8) lalu, Gunung Baru Jari anak Gunung Rinjani kembali normal.

Sudah tidak nampak ada aktivitas Gunung Baru Jari yang perlu dikhawatirkan, baik berdasar pantauan langsung maupun berdasar catatan sesmograf petugas di pos pantau gunung berapi Gunung Rinjani di Sembalun kemarin.  "Setelah letusan kemarin (Senin), hari ini( kemarin)  tidak lagi terjadi erupsi," kata Fajar Anugrah, salah satu petugas di pos pantau gunung berapi Gunung Rinjani di Sembalun kemarin pada Radar Lombok Rabu kemarin (3/8).

Sampai  sore  kemarin tidak ada tanda-tanda kegempaan dan letusan di amplitudonya. ''Masyarakat maupun pendaki tidak usah khawatir dengan letusan kemarin karena status normal dan aman," katanya.  Letusan yang terjadi pada Senin lalu dipicu oleh gempa tektonik yang terjadi di Dompu. Gempa ini  menyebabkan gesekan dan letusan. Karena masih ada sisa-sisa letusan pada bulan September tahun 2015.

Letusan yang terjadi terhadap Gunung Baru Jari terjadi sekitar 4 jam setelah guncangan gempa yang berpusat di Dompu. Guncangan gempa ini memicu bebasnya tekanan dalam kantong tekanan dekat permukaan sisa erupsi 25 September 2015-18 Februari 2016 yang sifatnya labil.

Meski demikian pihaknya kata Fajar terus melakukan pemantauan  terhadap aktivitas Gunung Baru Jari ini baik secara  manual melalui pengamatan langsung maupun visual. "Kita tetap pantau aktivitasnya  lewat amplitudo maupun lewat visual CCTV," imbuhnya. 

Dikatakan,  kalau dilihat dari sedikitnya jumlah gempa vulkanik tipe A (VA) dan VB dan tidak teramatinya peningkatan kegempaan secara jelas sebelum erupsi ini, maka hal ini mengindikasikan  hingga saat ini masih kecil kemungkinan kegiatan vulkanik  yang mengarah pada erupsi letusan yang lebih besar. Namun kondisi ini masih terus dimonitor dan dievaluasi. (lal)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid