Pendaki Rinjani Tewas Terjatuh

Illustrasi Pendaki Gunung
Illustrasi Pendaki Gunung
Advertisement

MATARAM – Seorang pendaki gunung Rinjani dikabarakan tewas sekitar pukul 08.00 Wita, Selasa (7/7). Laporan kematian pendaki illegal ini diterima langsung petugas Taman Nasional Gunung Rinjanji (TNGR) Lombok Utara. Bahwa, ada seorang pendaki illegal meninggal dunia akibat kecelakaan di di atas Kokok Putek jalur pendakian Wilayah Kabupaten Lombok Utara.

Sekitar pukul 09.00 Wita, petugas TNGR kemudian bergegas ke lokasi kejadian. Petugas mengevakuasi jenazah pendaki ini. Sekitar pukul 11.30 Wita, tim tiba di Dusun Torean Desa Loloan.

Tim langsung menemui kelompok pendaki ilegal yg merupakan satu rombongan dengan korban tim mengambil tindakan dengan  memanggil ketua kelompoknya dan meminta keterangannya. Mereka mengaku berasal dari daerah Desa Tampak Siring, Kecamatan Batukliang.  Pendaki ini berjumlah 15 orang.

Di antaranya, Suhaibi, Nazaruddin, Satriadi, Zaenal Abidin, Halini, Halwi Jayadi, Munawar, Bulqaini, Paris Zaenuddin, Dahlan, Sastrawan Ariadi, Iwan Afriawan, Dedi Kurniawan, Muh Ahyani Imam Budiman, dan korban bernama Sahli.

Selanjutnya tim meminta keterangan dan mencatat kronologis kejadian sebagai berikut : Pada hari Jumat tanggal 3 juli 2020 rombongan berangkat dari Desa Tampak Siring, pukul 23.00 Wita tiba di Dusun Torean. Kemudian menitipkan kendaraam bermotor di rumah Kepala Desa Loloan, Sabtu (4/7).

Rombongan melakukan pendakian dan  menginap di Goa Susu, kemudian Minggu pagi tanggal 5 Juli 2020 melanjutkan perjalanan ke danau Segara Anak dan pada hari Senin tanggal 6 Juli 2020, rombongan pendaki ilegal pulang. Sesampai di daerah Banyu Urip pukul 10.30 Wita.

Mereka mengambil air dan istrhat. Kemudian saat melanjutkan perjalanan turun, korban terjatuh. Pukul 11.45 korban ditemukan meninggal di posisi tanah Sinjong.

Teman-teman korban turun melanjutkan perjalanan turun ke dusun torean untuk meminta bantuan tim  evakuasi. Tiba Dusun Torean Desa Loloan, rombongan lngsung meminta bantuan warga Dusun Torean untuk mengevakuasi korban.

Pukul 20.15 warga Dusun Torean berjumlah 10 orang berangkat menuju lokasi kejadian untuk mengevakuasi korban. Selanjutnya hari Selasa tanggal 7 juli 2020 sekira 14.15 korban sudah sampai di Dusun Torean dan langsung diterima Kepala Desa Torean. Baru kemudian diserahkan langsung ke pihak keluarga yang diwakilkan oleh Kepala Desa Tampak Siring.

Selanjutnya korban dibawa pulang oleh Kepala Desa Tampak Siring selaku perwakilan keluarga. (lie)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid