Pendaki Hanya Diizinkan Sampai Pelawangan

RINJANI
DILARANG- Gunung Rinjani masih belum dibuka untuk para pendaki. Jikapun nanti dibuka saat libur lebaran, maka pendaki hanya diizinkan sampai Pelawangan saja. (AZWAR ZAMHURI/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Gunung Rinjani masih belum dibuka untuk para pendaki pasca gempa yang lalu. Jikapun nanti dibuka saat libur lebaran, maka pendaki hanya diizinkan sampai Pelawangan saja. Gunung Rinjani selalu menjadi magnet kunjungan wisatawan, terutama saat libur lebaran.

Untuk tahun ini, masyarakat harus bersabar. Hingga saat ini belum bisa diputuskan pendakian Rinjani akan dibuka seperti tahun-tahun sebelumnya. “ Kami baru proses konsultasi dengan Dirjen. Belum ada arahan untuk buka pendakian,” terang Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Sudiyono kepada Radar Lombok, Senin (20/5).

BACA JUGA: Melirik Potensi Kopang Sebagai Wilayah Bisnis Wisata Bambu

Berdasarkan kesepakatan TNGR dengan para pelaku wisata, hari pertama dan kedua lebaran sudah dipastikan Rinjani ditutup. Sedangkan untuk hari-hari berikutnya, tinggal menunggu keputusan dari Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE). Mengingat, Balai TNGR sendiri hanya sebagai pengelola saja. Apabila di libur lebaran nanti pendakian Rinjani dibuka, pengunjung juga tidak bisa bebas. “Meski dibuka nanti, pendaki tidak boleh ke puncak. Tidak boleh juga ke Danau Segara Anak,” tegas Sudiyono.

Bagi pengunjung yang ingin tetap ke Rinjani, hanya bisa mendaki sampai bukit Pelawangan saja. Pengunjung harus berkemah atau membuat tenda di tempat tersebut. Tidak boleh melanjutkan perjalanan ke puncak maupun turun ke danau.

Kebijakan tersebut tentu saja akan mengecewakan para pendaki. Pasalnya, mereka yang datang mayoritas ingin mendaki hingga ke puncak atau bermalam menikmati danau Segara Anak.”Kita buka sampai Pelawangan saja, ke puncak dan ke Segara Anak itu bahaya. Jalurnya masih rusak akibat gempa beberapa waktu lalu,” kata Sudiyono.

BACA JUGA: Proyek Wisata Bahari Labuhan Haji Tidak Terurus

Untuk jalur pendakian, tetap menggunakan enmat alur seperti biasa. Pendaki bisa melalui jalur Sembalun dan Timbanuh di Lombok Timur, kemudian jalur Senaru di Lombok Utara dan jalur Aik Berik di Lombok Tengah.”Tapi rute atau peta jalurnya ada yang baru, bukan jalur lama yang sudah rusak akibat gempa,” ucap Sudiyono.

Belum adanya kepastian pembukaan pendakian Rinjani membuat pihak TNGR belum bisa menjual tiket secara online. Sistem booking yang sudah diterapkan, akan kembali digunakan setelah adanya keputusan dari Dirjen KSDAE.

Kepada seluruh masyarakat, Sudiyono mengimbau untuk tetap bersabar. Keselamatan pengunjung menjadi hal paling utama untuk dipertimbangkan. “ Nanti kita akan umumkan kalau semua sudah jelas. Masyarakat bersabar saja. Yang jelas, kita belum bisa berikan akses ke puncak Rinjani dan Segara Anak,” tegasnya.

BACA JUGA: ATOS Minta Pendakian Rinjani Dibuka

Salah seorang pendaki yang sudah berkali-kali ke Rinjani, sangat menyesalkan jika tahun ini dirinya tidak bisa menikmati gunung Rinjani. “Kalau pendakian dibuka hanya sampai Pelawangan, untuk apa dibuka. Gak ada artinya. Kita ke Rinjani itu untuk mendaki ke puncak, kalau gak bisa ke puncak ya ke Segara Anak. Tapi kalau Segara Anak tidak bisa dikunjungi, tutup saja Rinjani. Gak menarik sekali,” ujar Ijank pendaki asal Pancor, Lombok Timur.

Hal senada diutarakan Rendy Dobo yang sudah berencana kembali ke Rinjani pada saat libur lebaran tahun ini. “Kami ada sembilan orang sudah berencana ke Rinjani setelah lebaran. Tapi kalau dilarang ke Segara Anak dan puncak, lebih baik sih kami diam di rumah. Gak ada apa-apa di Pelawangan itu,” ungkapnya.(zwr)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid