Pendaftar CPNS di NTB Sudah 1.947 Orang

Ilustrasi CPNS
Ilustrasi CPNS

MATARAM – Pemerintah Provinsi NTB sudah membuka pendaftaran calon pegawai negeri sipil (CPNS) sejak Minggu tanggal 30 September lalu dan terhitung aktif dan bisa diakses pada hari Senin 1 Oktober. Hanya dalam waktu 2 hari, ribuan orang mendaftarkan diri sesuai formasi yang diinginkan.” Sampai malam ini sudah ada 1.947 orang yang daftar,” terang Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi NTB H. Fathurrahman kepada Radar Lombok, Selasa (2/10).

Ribuan peserta yang berhasil mendaftar tersebut tentu saja dengan perjuangan tidak mudah. Untuk bisa membuat akun saja sangat sulit. Belum lagi mendaftar sesuai formasi yang diinginkan dengan ketatnya persyaratan.

Untuk formasi CPNS di lingkup Pemerintah Provinsi NTB, telah ada pendaftar sebanyak 54 orang. Kemudian pendaftar di Kota Mataram baru 213 orang, Kabupaten Lombok Utara (KLU) sebanyak 69 orang. “ Sejauh ini di Lombok Barat terbanyak, sudah ada 430 orang yang mendaftar,” papar Fathurrahman.

Berikutnya di Lombok Timur sebanyak 150 orang, Lombok Tengah 296 orang. Kemudian di Kabupaten Sumbawa 151 orang, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) 139 orang, Dompu 139 orang dan Kota Bima 56 orang. “ Kalau di Kabupaten Bima, jumlah pendaftar sampai malam ini 250 orang. Data tentu akan terus bertambah setiap hari,” ungkap Fathurrahman.

Bagi masyarakat yang ingin melakukan konsultasi terkait CPNS, BKD telah mempersiapkan tempat. Hal itu dilakukan sebagai bentuk pelayanan untuk memudahkan masyarakat. “ Kepada masyarakat kalau mau konsultasi, bisa ke kantor kami. Ada juga kami siapkan ruangan di BKD, nyaman ber-AC kalau mau langsung daftar di BKD,” katanya.

Berbagai kebutuhan masyarakat sengaja dipersiapkan BKD jauh sebelumnya. Dengan begitu diharapkan tidak akan banyak kendala yang dialami dalam proses pendaftaran CPNS. BKD menyiapkan beberapa unit komputer yang terpasang jaringan internet. “ Ruangan banyak, bisa bergantian juga. Kita siapkan beberapa komputer. Silahkan saja masyarakat datang. Kalau ada kesulitan, tinggal bertanya ke kami,” ucap Fathurrahman.

Sejauh ini, lanjutnya, kendala yang dialami masyarakat hanya pada persoalan jaringan saja. Situs sccn.bkn.go.id tempat mendaftar, sering sekali overload. Hal itu disebabkan banyaknya masyarakat yang mengakses.

Terkait hal itu, Fathurrahman mempercayakan sepenuhnya kepada pemerintah pusat. Dirinya yakin masalah jaringan menjadi perhatian Badan Kepegawaian Nasional (BKN). “Soal teknis, itu kan di pusat. Sering overload karena memang banyak yang akses. Tentu BKN akan upayakan pemeliharaan dan perbaikan jaringan,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi hal semacam itu agar tidak merugikan masyarakat NTB, Fathurrahman telah mengusulkan agar masa pendaftaran diperpanjang untuk wilayah NTB. Dengan begitu masyarakat tidak perlu khawatir dengan kendala teknis yang sering terjadi.

Secara nasional, pendaftar CPNS dibuka mulai 26 September lalu. Dijadwalkan, pendaftaran akan ditutup pada tanggal 10 Oktober. “ Kita sudah usulkan perpanjangan masa pendaftaran sampai tanggal 15 Oktober. Itu yang bisa kita lakukan. Karena juga kan, kita terlambat kemarin buka pendaftaran,” ungkapnya.

Salah seorang warga Kota Mataram yang ingin menjadi CPNS, Dini Rahmawati, mengaku kecewa dengan sistem pendaftaran CPNS kali ini. “ Awalnya semangat kita mau ikut, tapi kok jadi begini,” ungkapnya.

Untuk bisa membuat akun saja, membutuhkan perjuangan luar biasa. Masyarakat harus rela begadang agar bisa berhasil. “ Dia loading lama. Jam satu malam saja lemot, jam dua atau jam tiga malam baru bisa daftar akun saja. Untuk daftar formasi, lebih susah lagi,” ungkapnya.

Dini mengaku menggunakan internet dengan kecepatan yang cukup tinggi. Terbukti untuk membuka youtube atau memutar video bisa berjalan lancar. “ Tapi buka formasi gak keluar-keluar, loading lama. Padahal kecepatan internet bagus. Sering muncul kata-kata web sibuk. Kita buat akun saja perjuangannya sampai mati. Apalagi daftar formasi,” kesal perempuan lajang ini.(zwr)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut