Pencurian Beruntun di Kantor Wali Kota Diduga Ada Keterlibatan Orang Dalam

KANTOR WALI KOTA: Aksi pencurian beruntun yang terjadi di Kantor Wali Kota Mataram, hingga kini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. (ALI/RADAR LOMBOK)

MATARAM — Polresta Mataram masih melakukan penyelidikan terhadap aksi pencurian beruntun yang terjadi di Kantor Wali Kota Mataram. Penyelidikan yang dilakukan setelah menerima laporan dari Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) Kota Mataram.

Kasus yang dilaporkan adalah kehilangan 35 unit handphone di Kantor Bappeda Kota Mataram. Dari penyelidikan awal, polisi menduga ada keterlibatan orang dalam pada kasus pencurian di Komplek Kantor Wali Kota Mataram tersebut. “Yang kehilangan handphone itu ya. Benar, kita yang tangani di Polresta Mataram. Indikasinya ada orang dalam,” ujar Kapolresta Mataram, Kombes Pol Heri Wahyudi di Mataram, kemarin (23/6).

Heri mengatakan, laporan diterima kurang lebih sebulan yang lalu. Petugas pun langsung menindaklanjutinya dengan mengupayakan penyelidikan. Olah TKP sudah digeber petugas untuk mendapati bukti permulaan yang cukup. Permintaan keterangan saksi dan pihak terkait lainnya sudah didengar petugas. “Kayaknya ada lima orang yang sudah diminta keterangannya. Itu dari pegawai-pegawai di sana. Saya tidak hafal siapa saja,” ungkap perwira polisi melati tiga ini.

Indikasi keterlibatan orang dalam ini dibidik petugas. Tapi pembuktiannya membutuhkan penyelidikan yang lengkap. Karena itu, bukti dan keterangan yang menguatkan penyelidikan terus didalami. Walaupun penyelidikan sudah satu bulan lebih dilaksanakan, pelakunya masih belum terungkap. “Memangnya gampang kita lakukan penyelidikan. Kan tidak gampang. Kita masih lidik ini,” katanya.

BACA JUGA :  Pelaku Perusakan Kaca Mobil masih Anak-anak

Belum terungkapnya pelaku, karena bukti yang masih minim. Walaupun ada rekaman kamera CCTV. Namun visual yang terlihat kurang untuk mendeteksi pelaku. Sementara CCTV yang lain. Kabelnya diputus pelaku. “Karena kan itu seperti dibilang hanya punggungnya yang terlihat. Masih kita butuhkan pendalaman lagi,” terangnya.

Karena itu, Heri menolak saat ditanya ada tenggat untuk mengungkap pelaku pencurian di Kantor Wali Kota Mataram. “Ini kita masih dalami dulu ya. Pokoknya secepatnya kita upayakan untuk diungkap. Kan tidak bisa kita buktikan kalau yang terlihat hanya punggungnya doang,” jelasnya.

Khusus pendurian di Kantor Bappeda. 35 handphone diembat maling. Pelaku diduga naik ke plafon dan masuk ke ruangan Bappeda. Sebelum masuk pelaku memutus kabel CCTV terlebih dahulu. Mirisnya, pelaku hanya mengambil handphone. Sedangkan kotaknya ditinggalkan. Kapolresta mengatakan, kotak yang ditinggalkan pelaku huga bisa menjadi petunjuk penyelidikan. “Nanti kita cek IMEI-nya dan dicocokkan,” tegasnya.

Sebagai informasi, pencurian di Kantor Wali Kota disinyalir kerap terjadi kurun waktu sebulan terkahir. Barang yang dicuri pun cukup banyak di lokasi berbeda. Seperti dua unit tabung gas elpiji 3 kilogram. Keduanya milik Bagian Organisasi dan Bagian Pemerintahan Setda Kota Mataram. Berikutnya uang tunai, sejumlah laptop dan barang lainnya dicuri di Kantor Wali Kota Mataram. Kejadian ini tentunya mengusik kenyamanan dan keamanan di kantor orang nomor satu di Kota Mataram. Karena dijaga puluhan petugas Satpol PP lengkap dengan CCTV yang terpasang dipenjuru kantor wali kota. Tapi dengan mudah diobok-obok maling.

BACA JUGA :  Beraksi di Depan Kantor Polisi, Pelaku Curanmor Didor

Pemkot Mataram pun tidak tinggal diam. Karena Satpol PP layaknya pihak yang paling disalahkan. Penegak peraturaan daerah tersebut langsung melakukan penyelidikan internal. “Sekarang tim penindak internal itu kita tugaskan untuk melakukan penyelidikan selama seminggu. Kita juga lakukan perbaikan pengawasan dan pemasangan CCTV. Nanti juga akan kita lakukan upaya lainnya,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kasat Polpp Kota Mataram, H Mahmudin Tura.

Penyelidikan internal ditargetkan tuntas sepekan ke depan. Jika keterlibatan orang dalam dengan bukti yang kuat. Maka sanksi tegas disiapkan untuk dipecat. “Kita tindak tegas dan kita serahkan ke pimpinan. Tapi itu harus ada bukti yang kuat,” ungkapnya. (gal)