Pencuri Tas Warga Belanda Diamuk Warga

Lalu Habiburrahman (Kiri ) dan Kamarudin (Kanan) diamuk warga setelah diketahui mencuri tas wisatawan asing asal Belanda.
Lalu Habiburrahman (Kiri ) dan Kamarudin (Kanan) diamuk warga setelah diketahui mencuri tas wisatawan asing asal Belanda.

PRAYA-Aksi nakal Lalu Habiburahman, 21 tahun, dan Kamarudin, 34 tahun, warga Dusun Gubuk Baru Desa Kuta Kecamatan Pujut, berujung di penjara.

Keduanya diringkus polisi di wilayah Desa Lajut Kecamatan Praya Tengah, sekitar pukul 21.21 Wita, Senin (21/8). Keduanya diketahui mencuri tas wisatawan asing asal Belanda bernama Thomas Frederick Cornelis, 26 tahun, di Homestay Doyok Kuta, Sabtu (19/8) dini hari. Malam kejadian, Thomas sempat makan malam main-main di Surfer Bar Kuta. Sekitar pukul 00.01 Wita, Thomas pulang ke homestay tempatnya menginap. Namun, ia tak langsung tidur melainkan sempat berbincang bersama temannya di berugak depan kamarnya.

Sekitar 10 menit berbincang, Thomas kemudian masuk kamar untuk gosok gigi dan mengecas handphone (HP) lalu tidur. Sekitar pukul 03.30 Wita, korban terbangun dan melihat pintu kamarnya terbuka. Korban pun bangun dan menutup pintu lalu menyalakan lampu. Saat lampu menyala, ia melihat tasnya tidak ada di kamar.

Thomas kemudian keluar dan membangunkan pemilik homestay yang tidur di berugak depan kamarnya. Thomas melihat anak dari pemilik homestay sedang duduk di belakang mobil. Thomas kemudian menanyakan keberadaan tas, tapi anak pemilik homestay mengaku tidak tahu karena baru pulang.

Anak pemilik homestay itu kemudian pergi lagi mengantar tamunya ke bandara. Setelah tamu itu pergi, pemilik homestay ternyata menemukan tas korban di depan kamar 8. Pemilik homestay kemudian terus menemani Thomas mencari tasnya hingga di luar, namun tidak ditemukan.

Nah, Thomas ditemani pemilik homestay kemudian melaporkan kejadian itu ke Polsek Kuta, Sabtu pagi (19/8). Atas LP/60/VIII/2017/NTB/Res-Loteng/Polsek Kuta, tanggal 19 Agustus 2017 itu, polisi kemudian bergerak memburu pelaku. Alhasil, polisi mendapatkan informasi jika pelaku sedang menggadaikan barang hasil curiannya di wilayah Desa Lajut.

Polisi pun bergerak cepat dan mendapatkan pelaku baru saja pulang menggadaikan barang hasil curiannya. Namun, aksi polisi tak berjalan mulus. Pelaku yang mengetahui keberadaan polisi langsung lari tunggang langgang hingga terjadi saling kejar mengejar.

Aksi kedua pelaku ternyata menyita perhatian warga Desa Lajut. Warga pun ramai-ramai meneriaki keduanya maling hingga warga berhamburan keluar. Setelah berhasil dikepung warga, keduanya pun harus pasrah di tangan warga.

Bogem mentah bertubi-tubi harus mendarat di wajah dan tubuh keduanya. Sehingga tim anggota Polres Lombok Tengah akhirnya datang untuk menangkap pelaku. ‘’Pelaku kita tangkap berdasarkan LP/60/VIII/2017/NTB/Res-Loteng/Polsek Kuta, tanggal 19 Agustus 2017, tentang terjadinya tindak pidana pencurian dengan pemberatan yang terjadi di Doyok Homestay Desa Kuta,’’ ungkap Kasatreskrim Polres Lombok Tengah AKP Rafles P Girsang, Selasa kemarin (22/8).

Dari penangkapan kedua pemandu wisata ini, Rafles mengaku berhasil mengaman sejumlah barang bukti (BB) berupa 1 buah Iped merek Aple, 2 lembar uang Ringgit Malaysia, 3 lembar celana dalam pria, serta 1 lembar baju warna hitam. “Barang milik korban juga diduga sudah ada yang dijual, karena diperkirakan jika korban mengalami kerugian hingga Rp 8,6 juta,” tambahnya.

Dari hasil pemeriksaan, terungkap modus pelaku dengan cara masuk ke dalam kamar penginapan milik korban melalui pintu kamar yang tidak dikunci. Pelaku kemudian mengambil uang Rp 2 juta, sebanyak 100 Ringgit Malaysia, 3 pakaian dalam, online banking dan Aple tablet. Untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya, kedua pelaku terancam hukuman 7 tahun, karena melanggar pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. (cr-met)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid