Pencarian Nelayan Sukadana Bayan Dihentikan

Tim SAR gabungan menghentikan pencarian terhadap seorang nelayan Fery Setiawan umur 28 tahun asal Dusun Lokok, Kengkang Desa Sukadana, Kecamatan Bayan, Lombok Utara yang dilaporkan hilang di Rumpon, perairan Gili Trawangan sejak Kamis (27/10/2022). (IST/RADAR LOMBOK)

TANJUNG–Tim SAR gabungan menghentikan pencarian terhadap seorang nelayan Fery Setiawan umur 28 tahun asal Dusun Lokok, Kengkang Desa Sukadana, Kecamatan Bayan, Lombok Utara yang dilaporkan hilang di Rumpon, perairan Gili Trawangan sejak Kamis (27/10/2022).

Sebelumnya Rabu (2/10/2022) Tim SAR gabungan menerima laporan dari Kepala Dusun Kerepuk, Desa Sukadana bahwa perahu milik korban ditemukan oleh nelayan setempat di sekitar perairan Gili Lawang, Desa Takalok, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur.

Setelah mengerahkan Tim Rescue Pos Siaga SAR Bangsal, Kantor SAR Mataram kembali menerjunkan tim rescue dari Pos SAR Kayangan untuk mengecek kebenaran informasi tersebut.

“Setelah dikroscek, memang benar itu perahu milik korban, ditemukan sekitar 22 Nm dari bibir pantai,” ucap Nanang Sigit PH Kepala Kantor SAR Mataram, Kamis (3/11/2022).

Baca Juga :  Jalan Teres Genit Amblas, Pemda KLU Tak Ada Anggaran Perbaikan

Selanjutnya, Pos SAR Kayangan bersama unsur terkait melakukan pencarian di sekitar penemuan perahu korban menggunakan Rigit Inflatable Boat (RIB). Namun hingga pukul 18.00 WITA, nelayan tersebut tidak ditemukan.

“Tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan korban, kami hentikan pencarian pada hari ke tujuh (rabu),” pungkasnya.

Menurut laporan yang diterima, Fery pergi melaut sejak subuh sekitar pukul 04.00 WITA, Kamis itu. Biasanya kembali paling lambat saat Magrib Isya.

Korban bersama 2 rekannya pergi memancing ikan dengan masing-masing menggunakan perahu  di Rumpon.

Karena sudah waktunya, ia pun diajak pulang pada pukul 16.00 WITA. Di samping itu gelombang laut sudah mulai besar dan angin kencang. Namun ajakan ditolak dan lebih memilih melanjutkan aktivitasnya.

Baca Juga :  Gempa M=4,2 Guncang Lombok Utara

Akhirnya ia pun ditinggal dengan kondisi sampan dan mesin masih normal. Karena tidak kunjung kembali, nelayan setempat melakukan pencarian ke lokasi terakhir korban terlihat.

Namun akibat cuaca buruk, akhirnya kejadian tersebut dilaporkan ke pihak berwenang untuk membantu melaksanakan pencarian.

Adapun unsur-unsur yang terlibat antara lain tim rescue Pos Siaga SAR Bangsal, Pos SAR Kayangan, TNI, Polri, Dinas Kelautan dan Perikanan, Pemadam Kebakaran Lombok Utara, Barasiaga, Pokmaswas, Share Love, warga/nelayan setempat, dan potensi SAR wilayah Lombok Utara dan Lombok Timur. (RL)

Komentar Anda