Pencari Kerja di Mataram Meningkat

illustrasi pencari kerja

MATARAM – Jumlah angkatan kerja dengan jumlah lowongan kerja yang tesedia di Kota Mataram tidak seimbang. Lantaran kondisi pandemi Covid-19 yang berkepanjangan memberikan dampak cukup besar, sehingga perusahaan tidak bisa merekrut tenaga kerja baru.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Mataram Hariadi menerangkan, saat ini hanya sebagian dari perusahaan yang menyerahkan daftar lowongan kerja yang dibuka.
“Sekarang ini memang masih belum seimbang antara jumlah peluang kerja dengan pencari kerja, karena dampak pandemi Covid-19 ini,” kata Hariadi.

Berdasarkan catatan, Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Mataram, sampai dengan Agustus 2020 jumlah pengangguran terbuka mencapai 17.933 orang atau sekitar 6,83 persen. Adanya pandemi Covid-19 jumlah tersebut meningkat dibanding tahun 2019 dengan pengangguran terbuka hanya 12.916 orang atau 5,28 persen.

Penyediaan lapangan kerja dari pemerintah akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah, baik di kota maupun kabupaten, terlebih kondisi ekonomi daerah saat ini mengalami kontraksi sepajang 2020. Dengan ketersedian lapangan kerja maka pengangguran akan berkurang dan ekonomi perlahan-lahan bergerak. “Kita berusaha menyiasati dengan mengembangkan satu aplikasi pencari kerja yang peluncurannya direncanakan paling cepat Maret mendatang,” katanya.

Sementara itu, Kepala BPS Kota Mataram, Isa mengatakan, pandemi Covid-19 memberikan dampak pada sekitar 84.325 penduduk Kota Mataram usia kerja. Jumlah tersebut mencapai 21.85 persen dari total penduduk usia kerja yang berjumlah 385.944 orang. Sekarang ini pekerja formal porsinya makin menurun, sementara pekerja informal semakin meningkat. “Sampai saat ini porsi pekerja formal memang masih lebih banyak mencapai 51,94 persen dibanding pekerja informal yang mencapai 48,06 persen,” sebutnya. (dev)