Pencairan Dana Desa KLU Pertama di NTB

Raden Nurjati (HERY/RADAR LOMBOK)

TANJUNG – Pencairana dana desa (DD) di Kabupaten Lombok Utara (KLU) pada tahap pertama sebesar 60 persen  atau Rp 20 miliar lebih pertama di Provinsi NTB, yang ditransfer dari kas negara ke kas daerah.

Sementara dana desa yang telah masuk ke kas desa baru 15 dari jumlah 33 desa setelah melengkapi berkas-berkas persyaratan. “Pencairan dana desa sudah seminggu lalu ditransfer dari kas negara ke kas daerah kemudian ke kas desa. Desa yang sudah mencairkan baru 15 desa sudah melengkapi semua persyaratan,” terang Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) KLU, Raden Nurjati, Kamis (20/4).

Diakui, pencairan DD KLU pertama di NTB. Sebab jauh-jauh hari sudah melengkapi berkas-berkas laporan dan persyaratan ke pusat. Dengan berkas yang lengkap ini makanya pusat mentransfernya. Adapun desa yang sudah mencairkan tahap pertama terdiri dari Akar-Akar, Gondang, Tanjung, Mumbul Sari, Sigar Penjalin, Medana, Jenggala, Sukadana, Dangiang, Selengan, Rempek, Kayangan, Genggelang, Santong dan Gumantar. “Sedangkan desa-desa lainnya masih proses melengkapi persyaratannya dengan batas waktu selama seminggu,” ungkapnya. 

Berkas-berkas yang harus dilengkapi antara lain laporan kegiatan tahun 2016, APBDes dan proposal kegiatan. Semua berkas selanjutnya diproses verifikasi oleh tim kecamatan. Jika berkasnya telah dinyatakan lengkap dan benar, baru kemudian diserahkan ke BPKAD untuk mengambil surat perintah keterangan pencairan yang dijadikan landasan pencairan diserahkan ke loket khusus di Bank NTB KCP Tanjung. 

Sementara Kepala Desa Gondang Kecamatan Gangga Juhari mengakui, bahwa pihaknya sudah mencairkan dana desa tahap pertama sebesar Rp 1 miliar lebih. Sedangkan alokasi dana desa (ADD) juga sudah sebesar Rp 1,7 miliar dan dana bagi hasil pajak sebesar Rp 207 juta. “Kalau teman-teman desa lainnya kebanyakan belum selesai. Pencairan ADD saja baru enam desa,” terang Ketua AKAD Lombok Utara ini. 

Pengalokasian anggaran desa di Desa Gondang dua tahun berturut-turut lebih banyak ke pemberdayaan seperti bantuan ke kelompok, kesenian, pemuda olahraga, pengembangan ekonomi. Tahun lalu sudah ada delapan kelompok dibantu, pelayanan dasar dan jambanisasi, rehab gedung PAUD dan pemberian guru insentif guru PAUD per bulan sebanyak 40 guru. “Kalau perbaikan infrastruktur sudah mulai berkurang. Sudah dua tahun berjalan lebih banyak pemberdayaan,” terangnya. (flo) 

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid