Penataan Tiga Destinasi Diusulkan Rp 8 Miliar

Penataan Tiga Destinasi Diusulkan Rp 8 Miliar
DIUSULKAN: Penataan Danau Gili Meno sudah diusulkan untuk dikerjakan pada 2020.( HERY MAHARDIKA/RADAR LOMBOK)

TANJUNG–Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Lombok Utara mengusulkan penataan tiga destinasi pada 2020. Antara lain Danau Gili Meno, Senaru, dan Air Terjun Kerta Gangga.

Kabid Penataan Destinasi Pariwisata I Wayan Bratayasa mengatakan, tiga destinasi tersebut terdampak gempa 2018 lalu. Sejumlah fasilitas penunjang rusak. Untuk itu perlu perbaikan dan penataan. Di Danau Gili Meno akan ditata jalan setapak di sekitarnya, kemudian ditempatkan gazebo. Di Senaru, akan ada talut di beberapa ruas jalan menuju Air Terjun Sendang Gila dan Tiu Kelep. Kemudian di Air Terjun Kerta Gangga, akan dibangun pagar pembatas.

Total anggaran yang dikucurkan untuk penataan tiga destinasi itu mencapai Rp 8 miliar dari dana alokasi khusus (DAK). Rinciannya Rp 5 miliar untuk Danau Gili Meno, Rp 2 miliar untuk Senaru, dan sisanya ke Air Terjun Kerta Gangga. “Itu pure (murni) dari pusat yang kita ajukan. Nanti tender sekitar bulan Maret 2020 dan target tuntasnya sebelum 31 Desember tahun depan. Kita inginnya cepat, tapi tunggu petunjuk dari pusat seperti apa,” katanya.

Brata menegaskan, pembangunan pariwisata harus sinkron dengan kebutuhan maupun market wisatawan. Sehingga diharapkan kehadiran destinasi berdampak pada ekonomi masyarakat sekitar dan bisa membantu menurunkan angka kemiskinan. Ini juga menjadi bukti kolaborasi Disbudpar dengan OPD lain. “Untuk tahun 2021 usulannya (yang dapat DAK) lain lagi. Kita prioritaskan Pantai Jambianom dan sepanjang Pantai Beraringan. Tahun 2022 baru kita kembali garap air terjun. Misalnya seperti Tiu Teja dan sebagainya,” imbuhnya, kemarin. (flo)