Penataan Pantai Selong Belanak Dikebut

LAPAK: Sejumlah lapak sederhana yang dibangun oleh para pedagang hampir menutupi area pantai, sehingga terkesan pemandangan pantai Selong Belanak semrawut (SAPARUDIN/RADAR LOMBOK)

PRAYA-Penataan kawasan wisata pantai Selong Belanak Kecamatan Praya Barat terus di kebut.

Pasalnya pemerintah Provinsi NTB melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, mendorong agar sejumlah pembangunan yang kurang dimamfaatkan di sekitar pantai Kuta, dipindahkan.

“Kami dari provinsi sudah mempersiapkan Rp 600 juta untuk membantu pemerintah kabupaten dalam melakukan penataan di Pantai Selong Belanak,” kata Kadis Budpar NTB, HL Muahammad Faozal saat berkunjung ke pendopo bupati Lombok Tengah, kemarin (19/1).

Penataan pantai Selong Belanak lanjutnya, itu akan digunakan sebagai penyangga setelah kawasan pantai Kuta dipenuhi pembangunan oleh Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC). “Penataan pantai Selong Belanak ini, memang konsep provinsi terkait sejumlah persyaratan seperti Detail Engineering Design (DED), sudah jadi dan tinggal akan diserahkan ke Bupati Loteng,” ujarnya.

[postingan number=3 tag=wisata”]

Ditanya masalah masih banyaknya para pedagang di pinggir pantai, Lalu Faozal menyebutkan persoalan itu, silakan langsung menanyakannya kabupaten, sebab permasalahan tersebut itu tanggung jawab kabupaten. “Penataan para pedagang yang mulai banyak menjamur, memang perlu ditertibkan, dan itu tanggung jawab kabupaten, jadi silakan tanyakan langsung ke pejabat yang berwenang,” ujarnya.

Sementara itu, anggota komisi III DPRD Loteng, Majrun mengaku, kalau penataan kawasan Selong Belanak memang sudah lama diwacanakan, baik itu pemerintah provinsi ataupun kabupaten. Hanya saja, sampai sejauh ini belum juga menunjukkan keseriusannya. Selanjutnya terkait  wacana relokasi para pedagang, pihaknya menilai cukup sulit, sehingga memerlukan waktu panjang.

Lebihnya lagi saat ini keberadaan para pedagang di sepanjang bibir pantai, semakin menjamur dan mereka rata-rata berasal dari masyarakat Selong Belanak. “Menertibkan para pedagang memang terasa sulit sehingga memerlukan waktu lama, namun bukan berarti akan terus dibiarkan, tentunya pemerintah pasti punya planning untuk mensiasati hal itu,” kata politisi Nasdem ini.

Sebelumnya Kepala Desa Selong Belanak Lalu Yahya mengakui keberadaan pedagang yang ada di sepanjang bibir Pantai Selong Belanak semakin banyak. Sehingga space area publik untuk mereka berekreasi di sepanjang kawasan pantai semakin sempit. “Penggarapan destinasi wisata memenag sudah kita masukkan dalam pemdes, makanya kita akan mengupayakan secara perlahan untuk melakukan penertiban, minimal keberadaan mereka kita tarik ke belakang,” katanya. (cr ap)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut