Penanganan Kekeringan, BPBD dan Dinsos NTB Tidak Kompak

Penanganan Kekeringan , BPBD dan Dinsos NTB Tidak Kompak
BANTUAN AIR BERSIH: Meski BPBD NTB belum turun tangan membantu warga yang dilanda kekeringan, Dinas Sosial (Dissos) NTB masih terus menyaluran bantuan air bersih. (Azwar Zamhuri/Radar Lombok)

MATARAM – Sebanyak 318 desa di 9 kabupaten/kota di Provinsi NTB sedang mengalami kekeringan. Namun, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial (Dinsos) tidak kompak dalam mengatasi kekeringan tersebut.

BPBD NTB menilai kekeringan saat ini masih belum perlu ditangani oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov). Pemerintah kabupaten/kota dinilai masih mampu menanganinya sendiri.   Sikap tersebut berbeda dengan Dinsos NTB yang sejak lama telah  menyalurkan bantuan. “Untuk atasi kekeringan saat ini dengan mendrop air bersih, itu dilakukan oleh BPBD kabupaten/kota. Kalau kita tidak ada anggaran untuk air bersih,” ucap Kepala BPBD NTB, H Muhammad Rum  Kamis kemarin (10/8).

Menurut Rum, pihaknya memang tidak menganggarkan  secara khusus untuk atasi kekeringan. Mengingat,  provinsi menyalurkan bantuan apabila kondisi sudah darurat kekeringan. Sementara untuk saat  ini masih dalam kategori normal.

Dana BPBD bisa untuk menanggulangi kekeringan, sewaktu-waktu apabila sudah darurat kekeringan. Namun anggaran tersebut berada di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD). “Istilahnya itu dana tidak terduga, tapi saya tidak tahu berapa jumlahnya. Yang jelas bisa kita pakai kalau sudah darurat kekeringan,” katanya.

Apabila darurat kekeringan terjadi melalui keputusan bupati/wali kota, bisa juga menggunakan dana siap pakai yang telah dianggarkan dari APBN. “Kita juga tidak ada anggarkan di APBD Perubahan. Nanti kalau kita anggarkan terus tidak darurat kekeringan, kan sia-sia,” jawabnya santai.

Meskipun begitu, Rum tidak khawatir kekeringan tidak akan tertangani. Mengingat, semua kabupaten/kota memiliki anggaran untuk menyalurkan bantuan. Selain itu, hingga saat ini juga berdasarkan laporan saat rapat koordinasi (Rakor), kekeringan bisa ditangani dengan baik.

Sikap BPBD Provinsi NTB tersebut, berbeda dengan Dinsos NTB yang terus menyalurkan bantuan. Bahkan, bantuan air bersih disalurkan sejak bulan Maret hingga beberapa bulan kedepan. “Tetap kita  bekerja sama dengan kabupaten, kita kan terus tangani,” ucap Kepala Dinsos NTB, H Ahsanul Khalik kepada Radar Lombok.

Disampaikan, pihaknya mendistribusikan air bersih pada saat kejadian kekeringan merupakan tugas dan tanggungjawab. “Sosial itu ketika masyarakat ada masalah, maka pemerintah harus hadir di tengah masyarakat,” ujarnya.

Untuk membantu menangani kekeringan yang semakin meluas, dinsos akan mempersiapkan diri lebih baik lagi. Apalagi saat ini saja, ratusan desa telah terdampak kekeringan dan membutuhkan bantuan. “Kedepan akan terus kita tambah kekuatan dan kemampuan kita untuk menangani semua masyarakat serta wilayah yang terdampak. Kita anggarkan untuk kekeringan itu sekitar Rp 200 juta setahun,” kata Khalik.

Anggaran tersebut untuk membantu masyarakat yang sulit mendapatkan air bersih. Mengingat, terdapat beberapa wilayah yang mengalami kekeringan sepanjang tahun seperti di wilayah Jerowaru, Lombok Timur.

Untuk diketahui, data kekeringan di Lombok Barat terdapat 6 Kecamatan, 32 desa dengan jumlah Kepala Keluarga (KK) sebanyak 6678. Sedangkan Lombok Utara terdapat 5 kecamatan, 18 desa dengan 9.013 KK.

Selanjutnya,  kekeringan di Lombok Tengah ada 6 kecamatan, tiga diantaranya tidak dilanda kekeringan. Untuk Kabupaten Lombok Timur, kekeringan terjadi di 9 kecamatan dengan 48 Desa. 

Sedangkan di Kabupaten Sumbawa Barat, terdapat 5 kecamatan, 10 desa dan 4985 KK terkena bencana kekeringan itu. Kemudian Sumbawa 18 kecamatan dari 24 kecamatan dengan jumlah desa terkena kering sebanyak 60 desa.

Berikutnya di Dompu, sebanyak kekeringan melanda 7 kecamatan, 20 desa dan 6113 KK. Kemudian Kota Bima 3 kecamatan dengan 8 kelurahan sekitar 5000 jiwa. Sedangkan di Kabupatrn Bima, yang mengalami kekeringan sebanyak 11 kecamatan, 59 desa dengan 125.129 KK. (zwr)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid