Penambahan Kuota Belum Diamini SMAN 2 Mataram

ILUSTRASI PPDB

MATARAM—Buntut protes sejumlah warga terhadap kebijakan sistem zonasi di Kota Mataram membuat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB menganulir kuota siswa di sejumlah sekolah.

 Salah satu sekolah yang bakal menerima limpahan siswa baru dari sekolah lain yakni  SMAN 2 Mataram. Kepala SMAN 2 Mataram, Sahnan MPd mengatakan, sistem zonasi ini sejatinya sangat bagus diterapkan. Namun karena baru pertama kali dilaksanakan terdapat sejumlah kendala.

Apa yang dilontarkan Sahnan ini terkait dengan adanya permintaan penambahan kuota oleh Dinas Dikbud. Di sekolah ini diberikan tambahan kuota sebanyak 27 siswa. Dimana siswa tersebut berasal dari limpahan SMAN 5 Mataram. “Karena sebagian besar siswa yang dilimpahkan itu tidak masuk ke zona kami,” ungkapnya, Senin  kemarin (17/7).

Andai dipaksakan diterima, sebutnya, praktis akan berbentruran dengan keinginan masyarakat setempat. Terlebih, masyarakat di sekitar sekolah itu disebutnya banyak pula yang menuntut agar diterima anaknya.

Belum diamini pelimpahan 27 siswa itu, sambungnya, semata-mata demi menjaga kondusivitas. Pihaknya tidak ingin jika persoalan ini akan merembet ke hal-hal lain. Praktis, pihaknya  hanya bisa menerima yang memang di dalam zona sekolah tersebut.

Senada, Ketua PPDB SMAN 2 Mataram, Lalu Gede Sumaryani mengatakan, pihaknya harus bijak merespon kondisi yang terjadi. Apalagi kasus ini bersangkutan dengan orang banyak.

Pihaknya mengaku harus berhati-hati. Mengingat pada kasus tersebut tidak sedikit juga oknum masyarakat yang memanfaatkan momen.

Katanya, respon pihaknya dalam pelimpahan ini bukan berarti tidak patuh terhadap dinas. Namun pihaknya hanya ingin menjaga kondusivitas di tengah-tengah masyarakat. (cr-rie)

BACA JUGA :  Fasilitas Pendidikan di Aik Mual Butuh Perhatian