Pemuda NTB Deklarasi Bela Negara

DEKLARASI PEMUDA: Seluruh elemen pemuda yang ada di NTB, bersama stake holder dan tokoh masyarakat mendeklarasikan bela Negara, Rabu kemarin (12/4) (AZWAR ZAMHURI/RADAR LOMBOK)

MATARAM–Kegiatan silaturahim dan orasi yang diselenggarakan oleh Gerakan Pemuda (GP) Ansor NTB, diakhiri dengan deklarasi pemuda NTB untuk membela Negara, Rabu kemarin (12/4).

Deklarasi ini ditandatangani oleh Kapolda NTB, Brigjen Pol Firli, Kabinda, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kejaksaan, Pengurus Wilayah Nahdhatul Ulama (PWNU) NTB, Forum Komunikasi Penanggulangan Terorisme (FKPT) NTB, GP-Ansor, Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram, tokoh Hindu, Kristen, Katolik, Budha, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Himpunan Mahasiswa (HMI), Pemuda NW, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan lain sebagainya.

Beberapa poin penting dalam deklarasi tersebut disebutkan, bahwa pemuda NTB akan tetap setia berpegang teguh pada Pancasila, UUD 1945, Negara dan Bhineka Tunggal Ika. Kemudian senantiasa menyatukan tenaga dan pikiran untuk mempercepat kemajuan daerah, berjanji melawans etiap gerakan yang berupaya merubah ideology Negara dan lain-lain.

[postingan number=3 tag=”mataram”]

Kapolda NTB, Brigjen Pol Firli dalam orasi kebangsaannya menyampaikan, peran pemuda tidak perlu diragukan lagi. Jasanya sangat besar terhadap kemerdekaan bangsa Indonesia. “Sumbangsih pemuda memang sangat besar dari dulu,” ujarnya di hadapan ratusan peserta yang hadir di Auditorium UIN Mataram.

Menurutnya, Negara Indonesia memiliki persoalan yang lebih komplek dibandingkan Negara lain. Hal ini disebabkan luas wilayah dan besarnya penduduk Indonesia. “Tapi disinilah kekuatan kita juga, bahwa keberagaman bukanlah sebuah masalah,” ucapnya.

Para pendiri bangsa Indonesia, lanjut Firli, tidak pernah melarang suatu agama untuk berkembang. Meskipun Islam merupakan mayoritas, tapi agama lain juga bisa berkembang di Indonesia. “Jadi tidak boleh kita ingkari takdir,” katanya.

Firli menghimbau kepada semua elemen bangsa, agar keberagaman suku, agama dan ras bukan sebagai alasan untuk berpecah-belah. Persatuan harus tetap dijaga dengan baik, disinilah peran pemuda yang sangat dibutuhkan untuk tetap menjaga keberagaman.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua PWNU NTB, TGH Ahmad Taqiudin mengapresiasi kegiatan-kegiatan yang menjaga keberagaman. Situasi dan kondisi bangsaa saat ini yang sering hangat, harus diimbangi dengan kegiatan-kegiatan yang menyejukkan.

GP Ansor dibentuk oleh NU sebagai penolong sesuai dengan namanya. Oleh karena itu, ia menghimbau kepada para generasi muda khususnya Ansor untuk terus berada di garis terdepan menjadi penolong agama, bangsa dan Negara. “Ansor harus memebrantas hal-hal yang bisa merusak keberagaman,” pintanya.

Sementara itu, Ketua PW GP-Ansor NTB, H Zamroni Aziz dalam laporannya menyampaikan apresiasi atas perhatian Kapolda NTB terhadap ancaman keberagamaan di NTB. Keberadaan Kapolda yang bsia bergandengan tangan dengan elemen pemuda, diyakini akan menjadi kekuatan yang bisa menjaga NTB dari berbagai ancaman.

Untuk menjaga NTB dan Indonesia, hanya pemuda yang bisa diharapkan. Semangatnya harus bisa digunakan dengan baik. “Kalau yang sudah tua, cukup hanya sebagai penasehat saja,” kata Zamroni.

Ditegaskan, terhadap beberapa aliran atau kelompok yang ingin merubah ideologi Negara, Zamroni menilai mereka tidak memahami sejarah bangsa Indonesia. “Mari kita bersama menjaga NTB dari goncangan luar maupun dalam. Tetap jaga ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah dan ukhuwah basyariah,” tandasnya. (zwr)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid