Pemuda Lombok Utara Berpeluang Jadi Polisi dan TNI

Pemuda Lombok Utara Berpeluang Jadi Polisi dan TNI
MOU : Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar didampingi Wakil Bupati Sarifudin bersama Kapolres AKBP Rifai menunjukan nota kesepahaman yang ditandatangani. (HERY MAHARDIKA/RADAR LOMBOK)

TANJUNG – Pemerintah Kabupaten Lombok Utara bersama Polres Lombok Utara membangun nota kesepakatan pada bidang peningkatan sumberdaya manusia (SDM) untuk menjadi anggota Polri melalui program pembinaan dan pelatihan calon.

Kerja sama seperti ini diharapkan semakin banyaknya generasi Lombok Utara menjadi anggota kepolisian, sebab saat ini anggota Polri yang berasal dari daerah tertinggal ini masih minim. “Kerja sama itu membangun kesepakatan dengan kepolisian apabila anak-anak putra Lombok Utara mau melamar menjadi polisi atau masuk ke sekolah kepolisian maka polres menyiapkan tim untuk melatih calon-calon tersebut selama sebulan atau dua bulan,” terang Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar seusai menandatangani MoU pada peringatan Hari Sumpah Pemuda, Senin kemarin (30/10).

Bentuk pembinaan yang akan dilakukan mulai dari kesehatan jasmani, melatih potensi akademik, sehingga diharapkan dengan cara seperti itu bisa banyak lolos. Najmul juga menghimbau jangan berpikir biaya karena menurut polisi tidak membutuhkan biaya, yang penting dari segi kesehatan sudah memenuhi persyaratannya dan potensi akademik bagus. “Tahun ini langsung dimulai, termsuk juga dengan Dandim karena banyak yang ingin menjadi tentara,” ucapnya.

Dikatakan, ini memberikan peluang kepada putra-putri daerah, termasuk juga para santri. Dandrem sudah menyampaikan, karena saat ini membutuhkan semangat yang tinggi. “Putra daerah kita sangat berkurang, ada tapi tidak terlalu banyak. Makanya kita harapkan banyak yang mendaftarkan diri,” harapnya.

Sementara itu, Kapolres Lombok Utara AKBP Rifai menerangkan, nota kesepahaman ini baik pada Bimantara, tugas khusus, Akpol, dan Polwan. Pihaknya akan mengatur jadwal dalam melakukan sosialisasi, sebab sampai saat ini yang sudah terdata 150 orang yang ingin menjadi calon polisi. Pada pelatihan calon polisi, akan dilakukan serupa pada saat seleksi polisi mulai dari pemeriksaan kesehatan, mengerjakan soal-soal psikologi maupun bidang akademik. “Ini pra tes sebelum masuk tes calon kepolisian. Di mana ada kekurangan akan dilatih. Ketika sudah masuk daftar diharapkan akan bisa lolos,” tandasnya.

Terkait jumlah kouta calon kepolisian untuk Polres Lombok Utara, pihaknya belum memberikan keterangan terhadap hal tersebut. “Kalau kouta kita menunggu dari Polri,” pungkasnya. (flo)