Pemuda Lombok Tengah Ini Sebar Rekaman Video Call Porno Bersama Pacar di Instagram

DIPERIKSA: Seorang pemuda berinisial MFP (26) asal Lombok Tengah (Loteng) NTB saat menjalani pemeriksaan polisi. (IST/RADAR LOMBOK)

TALIWANG–Seorang pemuda berinisial MFP (26) asal Lombok Tengah (Loteng) NTB dibekuk oleh Anggota Sat Reskrim Polres Sumbawa Barat dibantu Polres Loteng di Kelurahan Prapen Kecamatan Praya Loteng, Sabtu (12/6/2021) kemarin.

Pelaku MFP ditangkap karena telah menyebar video bermuatan asusila seorang wanita berinisial SWA (28) warga asal Kecamatan Brang Rea yang saat ini berdomisili di Desa Benete, Kecamatan Maluk, Sumbawa Barat.

“Pelaku sudah kami amankan karena menyebar video hasil rekam layar pelaku bersama korban yang disebar kepada temannya melalui media sosial,” ungkap Kapores Sumbawa Barat AKBP Herman Suriyono SIK MH melalui Kasi Humas Ipda Eddy Soebandi SSos di Taliwang, Minggu (13/6/2021).

Pelaku menyebarkan video hasil rekaman layar video call pelaku dengan korban yang bermuatan asusila atau pornografi tersebut menggunakan akun Instagram milik korban tanpa sepengetahuan korban.

BACA JUGA :  Pendaftar Calon Sekda Baru Satu Orang

Dalam percakapan screenshot yang diungkap polisi, diketahui bahwa korban tidak mau balik ke Lombok sesuai dengan permintaan pelaku. Hal itu menimbulkan kemarahan pelaku, lalu pelaku menyebarkan video asusila tersebut.

Dijelaskan Eddy, penangkapan tersebut sesuai dengan Laporan Polisi Nomor: LP/B/123/VI/2021/SPKT/Res Sumbawa Barat pada 7 Juni 2021 yang dilaporkan korban.

Kasat Reskrim Polres Sumbawa Barat kemudian memerintahkan Kanit Tipidter, Ipda Rahmadun Siswadi, SH untuk segera melakukan penyelidikan, dan mengumpulkan bukti screenshot percakapan di WhatsApp dan Facebook yang diduga kuat terkait dengan peristiwa tersebut.

BACA JUGA :  Dewan Loteng Desak Penertiban Prostitusi Kuta

Setelah cukup bukti, polisi memanggil terduga pelaku, namun panggilan tersebut tidak direspons baik sehingga Anggota Sat Reskrim Polres Sumbawa Barat menangkapnya di Lombok Tengah dengan dibackup Polres setempat.

“Bukti-bukti telah diselidiki dan dikumpul. Ini cukup untuk dasar dari penangkapan dan ini masuk dalam kasus tindak pidana ITE,” kata Eddy.

Sejumlah barang bukti diamankan polisi seperti satu keping VCD yang berisi video asusila berdurasi 14 detik, satu baju warna hitam corak bunga, satu bendel screenshot melalui percakapan di Instagram, dan Facebook, serta satu unit handphone beserta SIM card nya.

Kini pelaku telah diamankan di Mapolres Sumbawa Barat untuk disidik lebih lanjut. (sal)