Pemprov Tidak Kenal Juara Miss Indonesia 2017

Achintya Nielsen
Achintya Holte Nilsen. (ist/)

MATARAM – Kontes Miss Indonesia 2017 mengagetkan masyarakat NTB.

Pasalnya, pemenang ajang bergengsi tersebut, Achintya Holte Nielsen merupakan Perwakilan Provinsi NTB. Anehnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB sendiri tida tahu-menahu soal prestasi yang membanggakan itu.

Kepala Biro Humas dan Protokol Setda provinsi NTB, Yusron Hadi saat dimintai tanggapannya mengaku tidak tahu tentang adanya peserta dari NTB. Padahal biasanya, siapapun yang mewakili NTB di kancah nasional akan selalu meminta dukungan dan restu kepala daerah. “Kita juga baru tahu tadi pagi,” ungkap Yusron, Minggu kemarin  (23/4).

Achintya Holte Nilsen atau yang akrab disapa Tya, terpilih menjadi Miss Indonesia 2017 pada malam puncak Miss Indonesia, Sabtu malam (22/4). Achintya mengalahkan 4 pesaingnya dalam Babak 5 besar, yaitu Miss Bengkulu Astrini Putri, Miss Sulawesi Utara Ivhanrel Eltrisna Sumerah, Miss Jawa Tengah Dinda Ayu Saraswati dan Miss DI Yogyakarta Anja Litani Ariella.

Nama Achintya di NTB terdengar sangat asing. Ia sekalipun tidak pernah mengikuti berbagai kontes kecantikan yang diselenggarakan di NTB. Para pegiat yang berkecimpung dalam dunia model pun tidak mengenal sosok Achintya Nielsen. “Kita juga tahu dari media,” imbuh Yusron.

BACA JUGA : Achintya Nilsen, Si Cantik asal NTB Pemenang Miss Indonesia 2017

Ketua Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Lombok Barat, Ninik Aplianti yang dikenal biasa mendampingi anak-anak muda NTB dalam ajang serupa, juga mengau tidak mengenal siapa sebenarnya Achintya. “Saya saja kaget, kemana saja anak ini ?. Kok baru sekarang ketahuan tiba-tiba muncul wakili NTB,” ujar Ninik.

Menurut Ninik, sosok Achintya sangat unik dan layak terpilih sebagai Miss Indonesia 2017. Namun informasi yang diketahuinya, Achintya yang mengaku sebagai perwakilan NTB tersebut lahir di Bali. “Waktu diumumkan nama-nama peserta minggu lalu, saya memang kaget ada perwakilan dari NTB. Tapi sampai sekarang tidak pernah saya ketemu,” ucapnya.

Dalam aturan Miss Indonesia yang diketahuinya, masyarakat bisa mendaftarkan diri secara online. Itu artinya, seleksi tidak dilakukan dari tingkat bawah. Namun tentunya mewakili daerah asal. “Saya tidak tahu apakah dia punya keturunan orang NTB atau tidak, mungkin bisa jadi ada. Atau bisa saja karena kuota untuk perwakilan Bali sudah ada, makanya ambil kuota NTB yang masih kosong,” pikirnya.

Sementara itu, anggota komisi V DPRD Provinsi NTB, Hj Suryahartin mengaku sangat sedih karena perwakilan NTB bukanlah asli orang NTB. Padahal, sangat banyak perempuan-perempuan NTB yang pantas bersaing dikancah nasional.

Suryahartin sendiri tidak terlalu mempersoalkan jika ada yang mencatut nama NTB. Asalkan semua itu membawa pengaruh positif bagi kemajuan NTB. “Silahkan saja bawa nama NTB kalau itu positif, tapi memang sedihnya saya karena bukan asli orang NTB saja,” kata politisi partai Nasdem itu.

Terpisah, Achintya Holte Nielsen yang dihubungi melalui nomor ponsel yang tertulis  akun Instagram-nya  tidak  memberikan respon. Pihak Achintya tidak mengangkat telepon dan enggan juga membalas SMS yang ditujukan padanya.

Nama Achintya kini sudah cukup tenar. Perempuan ini lahir di Denpasar, Bali pada tanggal 1 Januari 1999. Ia merupakan gadis blasteran Bali-Norwegia dari pasangan Terje Holte Nilsen (Norwegia) dan Ni Nyoman Parvati (Bali).

Beragam prestasi yang sudah diraih sebelumnya yaitu, mulai dari Regional Finals Tennis 2009-2011, BSSA Soccer 15+ Girls 1st Place 2015, dan BSSA Volleyball 15+ Girls 1st Place 2014 dan 2016. Selain itu, dia juga selalu aktif memperhatikan isu internasional dengan menjadi bagian dari Delegasi Colombia BaliMUN III tahun 2013, Delegasi Ukraina BaliMUN IV tahun 2014 dan Delegasi Indonesia TAIMUN XIII tahun 2015.

Head of Marketing Communication Departement  RCTI, Wahyu Ramadhan yang dikonfirmasi Radar Lombok mengakui bahwa Achintya Nielsen bukanlah orang NTB. Achintya juga tidak ada ikatan darah dengan Provinsi NTB.

Dijelaskan Wahyu, Achintya merupakan perempuan asal Bali yang besar dan tumbuh disana. Achintya tidak pernah mempelajari situasi, kondisi dan tradisi NTB secara langsung. “Memang dia orang Bali kok. Cuma kita perintahkan mewakili NTB saja,” jawabnya santai.

Wahyu sendiri salah satu orang yang terlibat langsung di Miss Indonesia mulai dari seleksi peserta hingga akhir. Ia masih ingat ketika membuka audisi di berbagai kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, Jogja dan kota-kota lainnya. Watu itu, tidak ada satupun perwakilan asal NTB yang memenuhi kriteria Miss Indonesia.

Akibat dari kosongnya perwakilan NTB, pihaknya kemudian memerintahkan kepada Achintya untuk mengambil kuota NTB. “Jadi kami yang tugaskan peserta untuk wakili daerah yang tidak ada wakilnya itu. Dan itu bukan kali pertama kami lakukan, Miss Indonesia itu sudah 13 tahun,” katanya.

Terkait dengan tidak adanya koordinasi atau izin kepada Pemprov NTB, Wahyu pun tidak mengelak jika keikutsertaan Achintya atas nama Perwakilan NTB tanpa koordinasi dengan daerah. “Miss Indonesia dikelola oleh swasta, siapapun boleh ikut dan kami tidak melibatkan pemerintah,” tegasnya.

Wahyu menilai tidak perlu ada izin dari Pemprov NTB. Mengingat, ajang Miss Indonesia bukanlah mencari miss provinsi. “Tidak perlu kita izin, dulu kan pernah juga seperti ini perwakilan dari Aceh, Sulbar dan lain-lain yang perwakilannya dari daerah lain,” katanya.

Menurut Wahyu, apabila masyarakat NTB ingin ada perwakilan asli orang NTB, seharusnya pemprov menyediakan perempuan-perempuan hebat untuk ikut Miss Indonesia. Namun selama ini, Pemprov NTB tidak pernah melakukan itu. “Seharusnya masyarakat NTB itu bangga karena nama NTB jadi terkenal dan akan mendunia,” tandas Wahyu. (zwr)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid