Pemprov Tak Kunjung Perbaiki Amblasnya Jalan Pusuk

HERY MAHARDIKA/RADAR LOMBOK BAHAYA: Bahu jalan di jalur Pusuk wilayah Lombok Utara tepatnya di Dusun Bentek, Desa Pemenang Barat, Kecamatan Pemenang amblas, sangat bahaya, karena di sebelahnya adalah tebing.

TANJUNG–Salah Satu sisi jalan di Pusuk, di Dusun Bentek, Desa Pemenang Barat, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara (KLU) amblas sekitar setahun lalu. Ini diakibatkan oleh longsoran tanah di sisi bawah jalan itu.

Kendaraan bertonase besar yang hilir mudik mengangkut material bangunan membuat jalan semakin amblas. Salah sedikit saja, pengendara bisa jatuh ke tebing yang curam itu.

Polsek Pemenang, sudah memasang spanduk mengingatkan pengendara untuk berhati-hati. Mengingat amblasnya jalan hanya ditahan oleh bambu.

Jalan provinsi ini harus segera diperbaiki oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang NTB. “Kerusakan bahu jalan yang berujung longsor sudah setahun. Jalan berstatus provinsi. Itu saya sudah berapa kali menyampaikan ke kawan-kawan Bina Marga, Dinas PUPR NTB. Dari sejak gempa itu saya sampaikan, mereka bilang ‘ya’ (akan diperbaiki). Kemudian, lagi saya sampaikan, mereka bilang lagi ‘ya sudah pak’ (sudah diperbaiki). Kita kan setiap hari lewat sana, ternyata tak kunjung diperbaiki,” ungkap Kabid Bina Marga, Dinas PUPR Lombok Utara, Kahar Rizal kepada Radar Lombok, Kamis (19/9).

Beberapa waktu lalu, Kahar mengaku bertemu dengan pejabat Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB pada kelompok grup diskusi soal pekerjaan swakelola. Katanya, perbaikan jalan dengan jarak sekian kilometer harus dipihakketigakan. Saat itu juga dibahas soal perbaikan jalan dalam kondisi darurat. Ia langsung mencontohkan amblasnya bahu jalan di Pusuk itu. “Mereka waktu itu bilang sudah dikerjakan, tapi ternyata tidak ada. Apakah harus menunggu korban dulu, atau menunggu longsor lebih melebar masuk ke badan jalan?” tuturnya.

Pihaknya akan mencoba kembali menyampaikan apakah masuk atau tidak dalam program-kegiatan APBD 2020 di tingkat provinsi. Apalagi kondisi sekarang tengah dilakukan pembangunan rumah tahan gempa (RTG). Banyak material yang berasal dari Mataram ke KLU diangkut oleh kendaraan bertonase besar. Kalau setiap hari melintas, dikhawatirkan akan memperparah kondisi amblasnya jalan. “Nanti kami sampaikan lagi ke kawan-kawan provinsi,” tegasnya.

Seharusnya kata Rizal, pejabat provinsi tahu dengan kondisi jalan itu. Apalagi Gubernur dan Wagub juga sering lewat jalan amblas itu. Sebentar lagi musim hujan. Jika air semakin menggerus sisi jalan, maka bisa memperluas kerusakan. “Kita minta diperbaiki, kalau dari daerah tidak bisa dialokasikan karena kewenangan pemprov. Itu hanya menghabiskan Rp 150 juta,” terangnya. (flo)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid