Pemprov Sorot Kinerja BPR NTB di Bima

MATARAM—Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB menyorot progres pengembangan usaha dari PD Bank Perkreditan Rakyat (BPR) NTB di Kabupaten Bima, yang cenderung semakin terpuruk di semester I tahun 2016.

Kepala Biro Administrasi Perekonomian Sekretariat Provinsi (Setprov) NTB, Dr. H. Manggaukang Raba menyebut jika PD BPR Bima menjadi satu-satunya dari 8 BPR NTB yang perkembangan usahanya kurang membanggakan. Padahal, 7 PD BPR NTB yang lainnya justru trend usahanya meningkat, begitu juga dengan rasio kredit macetnya atau Non Performing Loan (NPL) mengalami penurunan di bawah 8 persen.

“Ada apa ini dengan PD BPR Bima? Yang lainnya tumbuh positif dan NPL turun, tapi justru NPL PD BPR Bima semakin naik, bahkan diatas 10 persen," sentil Manggaukang Raba di Mataram, Jum'at (19/8).

Karena itu, Manggaukang mendesak Direksi PD BPR NTB Bima untuk memberikan perhatian serius terkait tingginya nilai kredit macet. Direksi BPR Bima agar membentuk tim khusus untuk melakukan penagihan kepada nasabah yang menunggak angsuran kredit yang menyebabkan rasio kredit macet dua digit.

Selain itu, jajaran Direksi PD BPR NTB juga diminta lebih gencar melakukan terobosan dalam meningkatkan penyaluran kredit produktif, namun tetap harus memegang prinsip kehati-hatian. Dengan demikian rasio kredit macet bisa ditekan. "Tahun 2016 ini kita telah targetkan NPL itu maksimal 5 persen. Jadi ini harus diperhatikan oleh BPR dalam meningkatkan kualitas penyaluran kreditnya," ucap Manggaukang.

Dalam waktu dekat ini sambung Manggaukang, pihaknya bersama tim dari Universitas Mataram (Unram) akan turun ke seluruh BPR NTB di delapan kabupaten melakukan evaluasi secara menyeluruh, untuk sejumlah item pertumbuhan kualitas kredit dan NPL. “Kalau NPL tidak bisa ditekan, maka BPR tersebut tidak akan dapat penyertaan modal, dan Direksinya sudah tentu akan menjadi bahan evaluasi," tandas Manggaukang. (luk)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid