Pemprov Sepakat Ustad Mizan Qudsiah Diamankan

Lalu Gita Ariadi dok/

MATARAM – Beredarnya potongan ceramah pimpinan Ponpes Assunnah Desa Bagik Nyaka Kecamatan Aikmel Kabupaten Lombok Timur, Ustad Mizan Qudsiah dan diikuti penyerangan massa, langsung disikapi Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB.

Pemprov NTB langsung menggelar rapat tertutup bersama Forkominda di ruang kantor Gubernur NTB, Senin (3/1) menyikapi konflik potongan ceramah Ustad Mizan Qudsiah. Dalam pertemuan tersebut pemprov sepakat akan melakukan beberapa upaya dalam menenangkan dan perlindungan terhadap masyarakat dengan mencermati apa yang terjadi di lapangan. “Kita bersama Forkopinda mencermati keadaan di lapangan dan kronologisnya. Dari rangkaian-rangkaian itu kita sudah satukan persepsi. Tentu kita ingin menyelamatkan daerah ini dari momentum pembangunan dari hal-hal strategis ke depan,” kata Sekda Provinsi NTB, H Lalu Gita Ariadi.

Gita menambahkan, pihaknya akan segera mengambil langkah untuk menenangkan dan menjernihkan situasi agar masyarakat tidak mudah terprovokasi. Pihaknya juga telah meminta supaya dilakukan penanganan dan perlindungan kepada Ustad Mizan Qudsiah untuk sementara. Sebab, dikhawatirkan jika tidak dilakukan hal itu akan ada gelombang aksi massa yang jauh lebih besar lagi. “Kita sepakat tadi (saat rapat) dengan para tuan guru untuk diproses hukum. Salah benarnya nanti hukum yang menentukan. Jadi bukan kita biarkan, tapi mendorong juga proses hukum bagaimana yang sebenar-benarnya,” tegas Gita.

BACA JUGA :  Pembelian Tiket MotoGP Masih Minim

Dengan mengedepankan proses hukum, Gita berharap agar publik mengetahui kejadian sebenarnya. Termasuk atas peristiwa penyerangan di Ponpes Assunnah Bagik Nyaka Kecamatan Aikmel. “Jadi silakan tegakkan hukum setegak-tegaknya. Yang salah dihukum, yang tidak salah dilakukan pembinaan,” katanya.

Dengan begitu, maka tujuan akan tercapai. Terlebih sekarang ini situasi dan kondisi daerah sedang terpuruk akibat berbagai macam musibah yang terjadi. “Kita sudah terpuruk. Kita ingin melanjutkan momentum pembangunan, tapi kalau masalah dalam keadaan kurang kondusif, lalu siapa nanti yang datang kalau MotoGP digelar. Makanya mari kita ciptakan kondusifvtas suasana yang baik di tengah masyarakat kita,” tandasnya.

BACA JUGA :  Ratusan Warga Masih Tinggal di Kawasan Sirkuit Mandalika

Kepala Kanwil Kemenag NTB, HM Zaidi Abdad juga menyampaikan, bahwa pihaknya melakukan kebijkaan seirama dengan pemprov. Termasuk melakukan pendekatan persuasif kepada pihak-pihak terkait agar tak lagi terjadi tindakan anarkis. Salah satunya dengan mengamankan dan melindungi Ustad Mizan Qudsiah agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat. Sebab, dikhawatirkan jika masyarakat melihat pihak berwenang tidak melakukan tindakan, maka pasti mereka akan melakukan sendiri. ‘’Dan, tadi semua ormas sepakat agar menyampaikan kepada umatnya agar tidak melakukan tindakan hakim bersama-sama. Karena menjadi kewajiban kita bersama untuk menjaga konduktivitas warga di NTB. Apalagi kita akan mengahadapi gelaran MotoGP. Perspektif internasional dengan kemanan yang tidak aman ini akan menimbulan sesuatu yang sangat negatif bagi NTB,’’ ujar Zaidi. (sal)