Pemprov Robohkan Unit Karantina Covid-19 KLU

DIROBOHKAN: Rumah sakit sementara yang dijadikan Unit Karantina Covid-19 dirobohkan oleh Pemerintah Provinsi NTB. (HERY MAHARDIKA/RADAR LOMBOK)

TANJUNG–Rumah sakit sementara-tanggap darurat gempa 2018 yang dijadikan unit karantina covid-19 di Kabupaten Lombok Utara (KLU) dirobohkan oleh Pemprov NTB.

 Perobohan bangunan semi-permanen itu dilakukan dengan alasan batas waktu pinjam pakai lahan Terminal Tanjung sebagai rumah sakit sementara pascagempa 2018 sudah tuntas. Lahan itu kemudian akan kembali dipakai sebagai Terminal Tanjung. “Yang merobohkan bukan dari daerah, tapi provinsi yang punya lahan. Kita hanya dikasih pinjam selama dua tahun, dan sudah melebihi dari batas waktu peminjaman,” ujar Kabid Aset BPKAD Lombok Utara Nurasmul Gunadi kepada Radar Lombok, Selasa (27/7).

Rumah sakit semipermanen itu dibangun oleh Kementerian PUPR. Lalu Kementerian menyerahkan ke daerah. Namun berhubung bangunan itu berdiri di atas lahan provinsi, maka dilimpahkan ke provinsi pula.

BACA JUGA :  Hasil Tes Tenaga Kontrak Diserahkan ke SKPD

Pasca 2 tahun dipergunakan, bangunan itu sempat mau dirobohkan,  namun melihat wabah covid-19, maka dijadikan unit karantina covid sehingga ditunda perobohannya. “Awal covid-19 sebenarnya mau diambil alih, tapi kita minta diperpanjang kemudian diberikan, dan sekarang kita mau perpanjang, tidak diberikan lagi,” terangnya.

Adapun untuk pasien covid-19, semuanya kini dilayani di RSUD yang gedungnya sudah diperbaiki.

Sementara itu, Direktur RSUD Lombok Utara dr. Syamsul Hidayat menerangkan, seluruh pelayanan pasien covid-19 sudah difokuskan di ruang isolasi sentral RSUD sehingga memudahkan pelaksanaan pengontrolan dan penjagaan. “Kondisi pelayanan pasien covid-19 masih terkendali meski ada peningkat 60-70 persen,” terangnya.

BACA JUGA :  Senanga Diresmikan Jadi Jalur Pendakian Rinjani

Sampai saat ini RSUD masih menggunakan ruangan-ruangan yang ada untuk menambah ruangan covid-19. Jumlah ruangan isolasi central sebanyak 64 bad. Pihaknya sedang berupaya menambah untuk bad isolasi. “Kita masih butuh 20 bad lagi. Ada juga di ICU kita siapkan 5 bad, NICU 2 bad, bersalin 5 bad, HD 3 bad. Tinggal 5 bad lagi sedang kami siasati di bawah aula. Poli covid-19 juga sudah berjalan,” jelasnya. (flo)