Pemprov Persiapkan Pelantikan Kepala Daerah

HL. Gita Ariadi ( Faisal Haris/radarlombok.co.id)

MATARAM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB hingga saat ini masih mempersiapakan pelatikan bupati dan walikota hasi pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2020 lalu.

Rencana pelantikan akan dilaksanakan 17 Februari 2021.”Pelantikan kepala daerah kita sedang persiapkan,”ungkap Seketaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB, HL Gita Ariadi.

Hal tersebut, katanya sesuai apa yang sudah disampaikan Kapala Biro Pemerintahan Setda Provinsi NTB, Lalu Abdul Wahid, maka pihaknya nanti akan lakukan evaluasi sejauh mana persiapan yang sudah dilakukan. “Nanti kita akan evaluasi akhir. Yang jelas Provinsi telah rapat dengan kabupaten/kota yang akan dilakukan pelantikan pada tanggal 17 Februari. Sambil menunggu lebih lanjut dari arahan Kemendagri,”terangnya.

Hingga saat ini juga, sambungnya, Surat Keputusan (SK) pelantikan kepala daerah juga masih dikonsultasikan kepada Kemendagri. Meski ia juga belum bisa memastikan apakah pelantikan akan dilakukan pada tanggal 17 Februari nanti. Namun jika merujuk kepala peristiwa pelantikan bupati dan walikota sebelumnya terjadi pada tanggal 17 Februari sehingga berakhirnya juga ditanggal yang sama. “Bagi daerah-daerah yang bermasalah di MK. Di Depdagri ada langkah darurat dan ada yang sudah kita lakukan. Langkah daruratnya Sekda disiapkan untuk menjadi pelaksanaan tugas harian atau dulu pakai Pjs ini juga masih dikonsultasikan,”jelasnya.

Untuk saat ini ada empat kepala daerah yang sudah dipastikan akan dilantik, yakni kota Mataram, Lombok Utara, Sumbawa Barat dan Dompu. Sedangkan ditiga daerah seperti Lombok Tengah, Sumbawa dan Bima masih menunggu keputusan hasil sengketa di MK. “Mudah-mudahan empat daerah itu sudah bisa dilantik,”katanya.

Mengingat kondisi saat ini masih mewabah pendemi Covid-19, maka prosesi pelantikan tentu sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Maka pelentikan direncanakan akan diselenggarakan dengan beberapa pola. Seperti pola hybrid dengan menghadirkan kepala daerah yang bersangkutan yang hadir secara langsung atau dengan pola virtual, hal ini masih dipersiapkan secara teknisnya. “Ya tentu kita dalam suasana tidak normal, sangat berbeda dengan suasana pelantikan seperti biasanya. Entah jumlahnya kemudian acara dipersingkat dan lain sabagainya,”terangnya. (sal)