Pemprov NTB Patok Target Investasi Tahun Ini Rp 13 Triliun

Mohammad Rum ( Faisal Haris/radarlombok.co.id)

MATARAM- Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB melalui Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) mematok target realisasi investasi tahun 2021 mencapai Rp 13 triliun.

“Pada 2021 kami dibebankan Rp 13 Triliun. Insya Allah mudah-mudahan ini bisa terealisasi,”ungkap Kepala DPMPTSP NTB, Mohammad Rum. Dikatakannya, pada 2020 lalu pihaknya melampaui terget yang ditetapkan dalam RPJMD NTB 2019-2023. Dimana ditargetkan mencapai Rp 11,5 triliun tapi realisasinya tembus Rp 11,6 triliun. “Jadi kita lebih tinggi dalam kondisi pandemi lho ya. Ini juga luar bisa,”ucap Rum.

Realisasi investasi sebesar Rp 11,6 triliun tersebut sambungnya, sebagian besar Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Sisanya merupakan Penanaman Modal Asing (PMA). Tidak termasuk investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Pada 2021 pihaknya berharap realisasi investasi di KEK Mandalika dilaporkan oleh Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC). “Realisasi investasi yang Rp 11,6 triliun di luar ITDC. Karena kami tidak terlalu mendesak ke ITDC untuk melaporkan (realisasi investasi 2020). Kami tabunglah jadi bahan realisasi di 2021 karena 2021 target Rp 13 triliun cukup besar,”imbuhnya.

Supaya target tahun ini bisa tercapai sesuai target kata Rum, rencana investasi dioptimalkan. Diantara dengan wacana pembangunan wisata kebun binatang di Gili Petagan Lombok Timur dengan nilai investasinya mencapai Rp 400 miliar. “Dan kami akan mengejar yang di PT Sumbawa Timur Mining (tambang emas dan tembaga di Dompu) yang sangat besar d situ. Disamping mungkin ada beberapa progres-progres yang lain termasuk pemanfaatan pulau-pulau yang ada di kawasan Teluk Saleh,”sebutnya.

Apalagi sejauh ini, sambungnya, pihaknya sudah secara intens berkomunikasi dengan berbagai investor. Termasuk dengan investor dari Amerika Serikat, pihaknya secara rutin dan berkala berkomunikasi bahkan mereka sudah menjadwalkan melakukan pertemuan secara langsung namun terbentur dengan pandemi Covid-19. “Jadi mereka tunda dulu datang ke Lombok ini,”tuturnya. (sal)